Agenda Silaturahmi Idul Fitri 1439 H pun berubah menjadi ajang branding

SJN. COM – Begitu besar Apresiasi yang diberikan oleh masyarakat London, Inggris, terhadap seni budaya Indonesia.

Mereka terpesona oleh atraksi para seniman Sunda yang disajikan Kedutaan Besar Indonesia itu.

 

Aksi para seniman Sunda itu adalah bagian dari Silaturahmi Idul Fitri 1439 H.

Silaturahmi dilakukan di Wisma Nusantara, atau kediaman resmi Duta Besar Indonesia di London.
Para seniman Sunda dihadirkan oleh KBRI London, di bawah koordinasi Atdikbud E Aminudin Aziz.

Acara itu terbuka untuk umum. Duta Besar RI di London Rizal Sukma jelaskan, antusiasme publik terhadap event ini sangat positif.

“Kami tentu gembira karena event ini direspons positif masyarakat London ungkap Rizal, Senin (18/6).

Seniman Sunda Imam Jimbot yang berkolaborasi dengan akademisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, mampu memukau pengunjung. Kolaborasi ini begitu mahir memainkan berbagai instrumen musik berbasis Sunda. Show menjadi spesial lantaran nuansa tradisional bertemu modern melalui gitar dan biola.

Aksi unik ini benar-benar menjadi pemikat ampuh. Buktinya sekitar 1.600 warga London berkumpul di Wisman Nusantara.

Mereka menikmati aksi seniman Sunda dengan berbagai ekspresi dengan ikut bergoyang mengikuti irama hingga beraksi merekam dengan handphone. Semua dibuat terpukau oleh aksi Jimbot dan kolega.

Mereka sangat atraktif dan menikmati pertunjukan ini. Event ini juga menjadi pengobat rindu kampung halaman bagi warga Indonesia yang tidak mudik Lebaran.

Semuanya berkumpul di sini,” terang Rizal lagi.
Selain di acara ini, Imam Jimbot pun akan menghadiri berbagai workshop. Khususnya mengenai kecapi, seruling, dan kendang di beberapa sekolah dan universitas di London. Ada School of Oriental and African Studies (SOAS) dan Universitas Birmingham.

Menguatkan unsur kearifan lokal, seniman Sunda serba bisa Lili Suparli ditampilkan. Aksinya adalah bermain wayang golek berkolaborasi dengan Rudi Mukhram.
Show wayang golek menjadi semakin hidup di tangan Lili dan Rudi. Karakter tokoh yang ditampilkan semakin kuat. Tokoh wayang golek Cepot dan Dawala pun mampu mengundang gelak tawa para pengunjung.
Lili dan Rudi saat ini sedang mengikuti program Residensi kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London di Universitas Goldsmiths

Lanjut Rizal menambahkan, agenda ini telah memberikan kegembiraan kepada semua pengunjung.

“Semua pengunjung terhibur dan puas, Intinya agenda ini memberikan pengalaman baru kepada mereka”.

Harapan Rizal, Seni Budaya Indonesia khususnya Sunda semakin dikenal dan bisa mengudang mereka datang ke Indonesia untuk menikmati beragam eksotisnya budaya dan alam,” jelasnya.

Agenda Silaturahmi Idul Fitri 1439 H pun berubah menjadi ajang branding efektif.

Terlebih, Inggris adalah pasar potensial pariwisata Indonesia.

Sepanjang quartal pertama tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan Inggris ke Bali naik 7,37%. Jumlah riilnya mencapai 74.769 wisatawan.

Pertumbuhan ini pun menempatkan Inggris sebagai big five donatur wisatawan terbesar menuju Pulau Dewata.

“Kamiharus menjaga iklim kompetitif arus kunjungan wisatawan Inggris ke Indonesia katanya.

Agenda ini juga upaya semakin mendekatkan Indonesia kepada masyarakat Inggris. Untuk itu, event ini sudah didesain sedemikian rupa hingga menarik,” jelasnya.

Mitra KBRI melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Gary Griffiths dan Paul Smith, mengaku semakin kagum dengan keberagaam seni budaya di Indonesia. Mereka sebelumnya sudah bergabung dalam Program Residensi Seniman Angklung di Havering Music School (HMS) pada tahun 2018 ini.

“Kami sangat takjub. Kami kagum karena Indonesia memiliki beragam seni budaya. Dari Sunda ini saja seni budayanya sudah sangat banyak. Ada seni musik, tari, dan drama. Hal ini tentusangat menarik bagi kami. Sebab, kami sangat menikmati keindahan,” kata Gary yang diamini oleh Paul.

Apresiasi diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Baginya, pasar wisatawan Inggris harus dikuatkan dengan berbagai program branding.
“Mendatangkan ribuan pengunjung ini bagus. Sebab, pariwisata di Indonesia akan semakin dekat dengan warga Inggris. Kami memberikan apresiasi,” terangnya.(indop/SJNC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here