JAKARTA, (Suara Jabar News. Com – Kekalahan demi kekalahan pilgub di Pulau Jawa ditelan oleh PDIP. Setelah kalah di DKI Jakarta dan Banten pada Pilkada 2017, kini daerah yang ‘dipegang’ PDIP tersisa Jawa Tengah.

Pada Pilkada 2017, PDIP mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Hasilnya, pasangan tersebut kalah di putaran kedua oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Masih pada 2017, PDIP mengusung Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Pilgub Banten. Pasangan itu dikalahkan oleh Wahidin-Andika Hazrumy.

Pada Pilkada 2018, tiga provinsi lain di Jawa memilih pemimpin barunya. Tiga daerah itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil quick count, PDIP kalah di dua daerah dan hanya merasakan kemenangan di Jateng.

Pasangan yang diusung PDIP di Pilgub Jabar adalah Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. Quick count berbagai lembaga menunjukkan pasangan itu ada di urutan buncit.

Di Pilgub Jatim, PDIP mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Berdasarkan hasil quick count, pasangan tersebut kalah oleh Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Kemenangan hanya dirasakan PDIP di Pilgub Jateng. Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengalahkan Sudirman Said-Ida Fauziah di quick count berbagai lembaga survei.

Apa kata PDIP soal kekalahan di sejumlah Pilkada 2018 termasuk paasangan Djarot ‘ Sihar di pilgub sumut.

“Kita juga masih tunggu hasil pilkada di tingkat kabupaten dan kota yang juga masih berlangsung.

Memang dari hasil pilkada, di samping memenangkan pilkada itu sendiri, PDI Perjuangan melihat pilkada sebagai instrumen konsolidasi partai. Buat partai, ini tidak sangat mengecewakan,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira tutupnya kepada wartawan (Dtk)

BACA JUGA :   Uwoh Pramijaya Calon Kuat Pimpin BMPS kota Depok, ini kata Pardy Dongkal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here