Jawa Barat, SJN.Com,- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI dapil Jawa Barat, Dra. Ir. Eni Sumarni, M.Kes, menjelaskan bahwa DPD memang memiliki beragam kewenangan untuk ikut membahas, mengajukan serta melakukan pengawasan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya.

“Namun sayangnya DPD tidak memiliki kewenangan terkait dengan masalah anggaran. Hal inilah yang membuat terjadinya ketimpangan kebijakan. Pada satu sisi DPD memiliki banyak program, dilain sisi anggaran tak bisa diadakan,” ungkap Eni panjang lebar.

Lebih jauh Eni jelaskan, salah satu fungsi strategis DPD adalah membantu pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan-persoalan lintas wilayah. Namun bila anggaran tak tersedia, fungsinyapun jadi sebatas wacana.

“Jadi, ketika fungsi dan peran DPD tidak memiliki kebijakan terkait dengan anggaran. Perencanaan pembangunan DPD di daerah, berakhir hanya sekedar perencanaan saja,” lanjut Eni Sumarani anggota komite 1 menegaskan.

Meski fungsi DPD timpang, mantan calon Bupati Sumedang dari jalur independen pada pilbup 2012 itu, terus berupaya mendorong peningkatan daya saing mempertahankan produksi ketahanan pangan daerah Jawa Barat.

“Jawa Barat tidak hanya dikenal sebagai provinsi terpadat di Indonesia, melainkan juga penghasil padi terbesar skala nasional. Untuk itu predikat sebagai lumbung Padi atau Beras Nasional harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dan realisasi itu harus ada sokongan dan dukungan dari pemimpin tingkat daerah dan pusat,” kata wanita yang memiliki visi dan misi untuk kemajuan jawa barat.

Insyallah, kalau saya masih didukung dan dipercayakan lagi menjadi anggota DPD RI, saya siap maju di perhelatan caleg DPD RI dapil Jabar.

Acara sosialisasi caleg nomor 46 DPD RI dsri dapil Jabar ini cukup mendapat antusias masyarakat, dikarenakan komunikasi dengan para pemilihnya sangat baik.

Saya Eni Sumarni mohon dukungan, jangan lupa tanggal 17 april datang ke TPS mencoblos, pilih bunda Eni Sumarni DPD No, 46 Dapil Jabar,” ucapnya.

Tau tidak kenapa keterwakilan perempuan itu di DPD masih di bawah 50 persen, saya ingin sekali maju untuk mengakomodir aspirasi ibu-ibu semuanya,” jelasnya.

Mengenal dekat profil dan pengalaman Dra.Ir.Hj Eni Sumarni M.Kes.

Total Suara Tahun 2014 : 2042130 Suara.

Jabatan Senator dari Jawa Barat, Eni Sumarni pernah mengikuti menjadi peserta pada pemilihan kepala daerah kabupaten Sumedang, Jawa Barat tahun 2013.

Jalur dari independen, Eni Sumarni sering memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat, yaitu tidak menggunakan politik uang dalam meraih kekuasaan. Hasil yang diperoleh, meskipun tidak terpilih menjadi bupati, namun Eni Sumarni memperoleh suara lebih banyak dari pada calon yang diusung partai.

Pada pemilu legislatif 2014, Eni terpilih menjadi senator periode 2014-2019 mewakili Provinsi Jawa Barat dengan mengantongi 2.042.130 suara. Eni Sumarni lahir di Situraja Sumedang pada 27 Oktober 1963, dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pendidik. Hal itu telah membentuk dirinya menjadi sosok pribadi yang selalu ingin mengabdi demi kemajuan masyarakat. Eni merupakan sosok perempuan yang terbilang tangguh, cerdas, teguh dalam pendirian dan visioner.

Selain berkecimpung di dunia politik, Eni Sumarni juga aktif menjadi pengayom beberapa komunitas masyarakat dari Yayasan Adat bidang pendidikan, bidang pertanian, para seniman dan budayawan di Sumedang.

Penulis : Benny. Gerungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here