BANDUNG, Suars Jabar News, Com,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Kabupaten Bekasi Periode 2019-2022 di Gedung Sate, Rabu, (12/6/2019.

Eka Supria Atmaja menggantikan posisi Neneng Hasanah Yasin yang terjerat kasus suap mega proyek Meikarta.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat mengingatkan Eka Atmaja dalam mengemban amanah jangan tergiur dengan proyek.

Pertama, tak boleh tergiur tawaran memuluskan proyek yang bertebaran di Kabupaten Bekasi. Gubernur Jabar berharap Bupati Bekasi tidak menginginkan seperti kasus Neneng terulang.

“Bekasi ini proyeknya banyak, industrinya banyak. Godaan-godaan hal-hal dari pihak ketiga ini banyak sekali. Maka kalau benteng integritasnya patah akan repot ya,” ungkap Ridwan Kamil.

Gubernur Jabar mengharap, Eka Atmaja untuk fokus melayani dan menuntaskan berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat.

Eka pun diminta untuk kerap turun dan berdiskusi dengan masyarakat.

“Yang ketiga, profesionalisme harus terus ditingkatkan karena nantinya panggung Industri 4.0 line justru di Bekasi, karena industri-industrinya kebanyakan ngumpulnya di sana katanya.

Sejumlah pekerjaan rumah menunggu Eka setelah dirinya dilantik sebagai Bupati definitif. Setidaknya terdapat tiga persoalan pokok yang harus segera diselesaikan Eka, yakni rotasi pejabat yang dinilai mendesak, memaksimalkan serapan anggaran dan mengembalikan kepercayaan publik.

Usai dilantik, kepada wartawan Eka Atmaja mengungkapkan sejumlah prioritas utamanya, diantaranya “Peningkatan kualitas mental para aparatur sipil negara yang ada di Kabupaten Bekasi juga penting dilakukan agar tidak terjadi lagi penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh aparatnya,” ujarnya

Kemudian, di sektor Infrastruktur, ia akan memastikan keberlangsungan pelaksanaan pembangunan dari mulai jalan, jembatan hingga infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang telah dianggarkan pada tahun 2019.

“Pada Sektor Investasi, Pendirian Mal Pelayanan Publik menjadi fokus utama kami untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun para investor dalam berusaha di Kabupaten Bekasi,” ujar Eka di Bandung.

“Perbaikan 28 titik jalan kabupaten seperti Peningkatan jalan raya batas Kota Bekasi sampai Kecamatan Babelan yang saat ini sedang masuk proses lelang.

Kemudian penanganan longsor badan jalan di jalan Karang Satria-Puloputer, peningkatan jalan kalimalang dari batas Kkota sampai Cibitung, pembangunan 17 jembatan diantaranya lanjutan pembangunan jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, lalu pembangunan jembatan Pantai Bakti Tahap II,” ungkapnya.

Untuk infrastruktur pendidikan, menurut Eka ia akan merehabilitasi total 41 Bangunan SD dan 11 Bangunan SMP. Untuk infrastruktur kesehatan juga akan difokuskan pada pembangunan 11 puskesmas baru dan tiga Puskesmas.

Terakhir untuk sektor ketenagakerjaan, “pihak Disnaker akan bekerja sama dengan provinsi Jabar untuk merancang aturan yg memuat penyerapan tenaga kerja lokal,” imbuh Eka

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bekasi, Edward Sutarman mengatakan Setelah dilantik sebagai bupati definitif, masih terdapat kekosongan pada posisi wakil bupati sepeninggalan Eka. Menanggapi hal tersebut, Edward mengatakan, posisi Wakil Bupati nantinya akan dibicarakan oleh masing-masing partai politik pengusung.

“Tidak hanya itu, kekosongan pun terjadi pada dua jabatan lainnya yaitu Kepala Dinas Pertanian serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah”, Pungkas Edward Sutarman. (Whn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here