BANDUNG, Suara Jabar News.Com,- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di Jawa Barat akan dibuka Senin (17/6/2019). Berbagai persoalan biasanya muncul selama proses pendaftaran.

Perlu diketahui, PPDB tingkat SMA dan SMK di Jabar tahun ini ada tiga jalur yaitu jalur zonasi murni 90 persen (di dalamnya sudah termasuk siswa keluarga ekonomi tidak mampu dan zonasi kombinasi), jalur prestasi baik prestasi UN dan non prestasi UN 5 persen, serta jalur perpindahan orang tua 5 persen.

Peserta didik dibolehkan memilih tiga sekolah, di mana dua sekolah di satu zonasi, satu sekolah lainnya di luar zonasi.
Baca juga: Persyaratan yang Wajib Dibawa Pendaftar PPDB SMA-SMK di Jabar

Awak media mencoba mengkumpulkan berbagai persoalan yang akan muncul nanti dan juga jawabannya berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Peserta didik memilih SMA dan SMK sekaligus tidak bisa.

Calon peserta didik hanya diperbolehkan memilih satu pilihan, SMA atau SMK, tidak boleh keduanya.

Apakah berkas harus diberikan kepada ketiga sekolah yang dipilih?

Berkas hanya diberikan pada sekolah pilihan pertama saja

Akta kelahiran dan kartu keluarga perlu dilegalisir apa tidak.

Akta kelahiran dan kartu keluarga cukup difotocopy dan ditunjukkan yang aslinya pada saat verifikasi berkas.

Tidak bisa peserta didik memilih dua jalur berbeda.

Peserta didik hanya diperbolehkan memilih satu jalur saja.

Bila dinyatakan tidak lolos di satu jalur, bisakah mendaftar lagi di jalur yang lain di masa pendaftaran?

Peserta didik hanya diperbolehlan mendaftar satu kali di masa pendaftaran. Data peserta didik akan dikunci sehingga saat mendaftar kembali akan ditolak.

Pilihan yang dapat dipilih untuk SMA jalur zonasi.

Sekolah pilihan kesatu dan kedua dalam zonasi yang sesuai tempat domisili, dan sekolah ketiga pada zona lain yang terdekat dengan domisili.
Baca juga: Peserta PPDB di Jabar Bisa Pakai Jalur Zonasi Kombinasi

Jalur zonasi kombinasi ;

Jalur zonasi kombinasi adalah jalur yang mempertimbangkan skor jarak domisili ke sekolah dengan nilai UN, dengan bobot 30 persen skor jarak dan 70 persen nilai UN.

Apakah uji kompetensi diperuntukkan untuk semua jalur. Apa yang diujikan.

Uji kompetensi hanya untuk peserta didik yang memilih jalur prestasi. Sementara yang diujikan prestasi yang dimiliki peserta didik, seperti siswa juara karate yang diujikan adalah kompetensi karakternya.

Bagi Anda yang masih memiliki pertanyaan mengenai PPDB SMA dan SMK Jabar, silahkan kirim email atau aplikasi web yang telah tersedia pada Dinas Pendidikan Jabar untuk jawabannya.

Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika menandaskan, kita telah jelaskan soal pendaftaran melalui saat simulasi PPDB

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di seluruh Jawa Barat telah dibuka.

Cara peserta mendaftar PPDB di sekolah negeri.

Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mengatakan, tahapan-tahapan pendaftaran di sekolah yang dituju.
Penjelasan itu telah dilakukan saat melalui metode simulasi yang berlangsung di SMA Negeri 2 Bandung, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019) lalu.

Saat simulasi itupun Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika menjadi dan bertindak sebagai orang tua peserta.

Dia dilayani langsung oleh petugas PPDB di SMA tersebut.

Contoh cara pendaftarannya :

Dalam simulasi, sebelum masuk ke proses pendaftaran, peserta mengambil nomor antrean terlebih dahulu. Peserta nantinya akan dipanggil oleh petugas PPDB sekolah untuk duduk dibangku pendaftaran.

Di meja pendaftaran ini, orang tua peserta diminta menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan pendaftaran dari mulai KTP hingga Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) anaknya.

Lalu setelah berkas diserahkan, petugas melakukan pengecekan.

Usai penyerahan berkas dinyatakan lengkap, peserta lalu menuju ke meja penentuan koordinat.

Di tahap ini, petugas akan tentukan jarak kediaman peserta dengan lokasi sekolah.

Tahapan ini disebut juga dengan nama penentuan zonasi.

Peserta atau orang tua peserta akan duduk bersebelahan dengan petugas sambil menatap layar monitor yang menampilkan peta wilayah.

Usai penentuan titik koordinat, peserta kembali mengambil nomor antrean untuk masuk ke area entri data. Di area ini, ada 4 meja yang merupakan jalur tahapan pendaftaran. Ada jalur zonasi murni, kombinasi antara zonasi murni dan keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), prestasi UN dan non prestasi UN, serta jalur perpindahan orang tua.

Di area ini, data peserta akan diinput untuk nantinya terdaftar ke dalam sistem.

Bila proses pendaftaran selesai, dan peserta tinggal menunggu hasil seleksi yang dilakukan oleh sistem.

“Target dari simulasi itu, adalah upaya memberikan informasi terutama melihat bagaimana praktik dan situasi lapangan terkait dengan peningkatan pemahaman untuk alur pendaftaran saat penerimaan PPDB,” katanya.

Sekali lagi Dewi tegaskan secara keseluruhan sekolah-sekolah SMA dan SMK negeri di Jabar sudah siap menerima para pendaftar.

Dan para petugas juga telah memahami aturan main hingga tahapan-tahapan pendaftaran dilaksanakan.

“Insyaallah seluruh kabupaten-kota, saya rasa sudah terkoordinasikan”. ( Yuni / Benny.G)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here