JAKARTA, Suara Jabar News.Com,- Indikasi kuat pihak KPK Setengah Hati mengungkap perkara kasus para Koruptor RTH Kota Bandung dan Alkes di Provinsi Banten, berikut pernyataan ketua Umum GPHN – RI Jakarta.

Sekitar 60 Milyar Korupssi terhadap proyek RTH kota Bandung dan 79 Milyar proyek pengadaan alat.kesehatan (Alkes) di provinsi Banten yang belum terselesaikan ditangani kasusnya oleh pihak KPK kata Madun ketum GPHN – RI Jakarta dalam rilisnya Senin,(26/8/2019).

Kerugian negara yang jumlahnya milyaran itu, kami selaku lembaga HPHN – RI penggiat anti korupsi menaruh kecurigaan dengan kinerja KPK dalam penanganan 2 perkara kasusu korupsi tersebut katanya.

Ia menilai adanya kecenderungan pihak KPK tidak melakukan penegakan hukum terhadap 2 perkara itu, sehingga berlarut larut penangananya.

Madun minta para pelaku korupsi segera diseret ke meja hijau, karena pelaku telah menjadi tersangka tandasnya.

Lebih.lanjut madun katakan, pihak KPK tak perlu lagi mencari saksi, karena sudah terbukti sesuai penyidikan sebelumnya.

KPK diharapkan jangan hanya melakukan pencitraan saja sementara keterangan saksi sudah ada bahwa sekitar 79 milyar, dan yang menerima suap adalah Rano Karno mantan gubernur Banten jelasnya Madun.

Jangan sampai persengkokola kejahataan ini merusak kesucian lembaga KPK oleh oknum – oknum yang mencari keuntungan.pribadi kita harus menjaga.

Madun juga mengatakan, bila perkara korupsi yang merugikan keuangan negara ini tidak di seret ke ranah hukum maka akan.panjang daftar kasus korupsi ditangani KPK yang terkesan tebang.pilih dan akan.menjadi virus di.lembaga tersebut.

Maka, pihak kami selaku penggiat anti korupsi berharap, KPK menuntaskan perkara tersebut, agar diketahui publik terang Madung. ( bg )

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Umumkan PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here