DEPOK, Suara Jabar News.Com,- Blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), di Kota Depok hingga saat ini belum terpenuhi atau kosong.

Sehingga masyarakat pun mengeluhkan kondisi tersebut.

Berikut penuturan Munir Mizbahul selaku Kadisduk Kota Depok menjelaskan, Jumlah Penduduk Kota Depo kurang lebih180 juta kepala Keluarga katanya saat ditemui awak media disela sertijab Kajari Depok, Jumat (25/10/2019) di Cilodong.

Mereka masing – masing tinggal atau berdomisili di Kota Depok dan sebahagian bekerja diluar kota Depok telah menggunakan E-KTP katanya..

Mengenai warga yang saat ini kesulitan membuat KTP di Kelurahan, Munir jelaskan kekosongan blanko KTP-el bukan karena tidak ada di kami, melainkan dari pusat yaitu dari Kemendagri tandasnya.

Meski Pihak Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah berupaya melakukan admistrasi terhadap kependudukan namun tetap saja harus patuh terhadap aturan.

Seperti surat edaran yang dikeluarkan kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang pelayanan rekam cetak KTP-el.ujar Munir.

Diakuinya di kemendagri tentang pengadaan blanko sedang kosong. Jadi blanko KTP-elektronik sekarang ini dalam keadaan kosong, bukan hanya di kita Depok melainkan di seluruh Indonesia terang Munir

Sementara
Pihaknya tidak terlalu lama ini tidak terlalu lama mentargetkan pada bulan maret tahun 2020 sudah tersedia blankonya.

Ada sekitat kurang lebih 70 ribuan yang mengusulkan pembuatan KTP- el yang baru sama yang lama dari jumlah penduduk pungkaanya

Kekosongan blanko KTP-el terpantau sejak enam bulan lalu. Pihak Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan aturan mengenai pengganti KTP-el sementara bagi warga yaitu Surat Keterangan, atau Suket.

Seperti pantauan wartawan sejak bulan Maret 2019, memang sudah kosong (banlko KTP-el, Eed). Dari Kemendagri maupun Disdukcapil, sudah mengeluarkan perintah untuk perekaman identitas warga menggunakan Suket.

BACA JUGA :   Santri Ponpes Gontor Asal Depok Tiba di Terminal Jati Jajar

Surat Keterangan, yang diterima warga setelah melakukan perekaman identitas di kelurahan, diakuinya berfungsi sama seperti KTP-el. Bisa digunakan untuk mengurus berbagai persyaratan seperti pengajuan kredit ke bank, mengurus SIM dan lain-lain.

Namun, meskipun demikian masih ditemukan kendala ada saja instansi yang tidak mau menerima data dari warga bila mengajukan persyaratan, dengan menggunakan Suket.

Kesulitan warga masyarajat dalam hal pengajuan ke sebuah lembaga karena masalah suket ini. Sebagai contoh, beberapa Bank Swasta tidak mau menerima persyaratan dengan alasan tidak ada KTP-el elektronik yang terdata NIK nya secara online.

Selain itu ada ribuan surat Keterangan Perekaman Identitas yang dikeluarkan dibeberapa Kelurahan di Kota Depo diterima Dinas Disdukcapil Kota Depok.

Kendati perekaman dan pembuatan Suket tidak ada masalah, data yang telah diserahkan ke Disdukcapil.

“Setelah blankonya tersedia tentu akan diinformasikan kepada warga,” tegasnya Munir..

Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Depok Misbahul Munir menegaskan kekosongan blanko KTP-el tidak hanya terjadi di wilayah Kota Depok. Hal tersebut, kini menjadi isu nasional.
“Ketersediaan di Kemendagri sudah habis, sehingga kami di wilayah masih menunggu untuk pengadaan blanko KTP-el di tahun anggaran 2020,” ungkapnya.

Munir juga katakan bahwa pemerintah telah mempermudah masyarakat dengan dikeluarkannya aturan penggunaan Suket tersebut. Masyarakat tinggal datang ke kelurahan lalu melakukan perekaman dan dikeluarkanlah Suket pengganti KTP-el.

Diakuinya, Kekosongan blanko KTP-El sudah Terlalu Lama. (Benny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here