BOGOR, Suara Jabar News. Com,- Detik -detik akhir tahun 2019, dinilai ada aroma pemborosan penggunaan APBD pada pemerintah Kabupaten Bogor.

Hal itu dikatakan Ketua DPC Bogor Raya LSM Penjara PN Deddy, di kantor jl.Tegar Beriman, Selasa ( 17/12/2019 )

Menurutnya, di bulan Desember yang sakral ini, hari Natal yang akan dimeriahkan oleh umat Kristiani, tentu saja pihak Pemkab Bogor akan mencadangkan anggaran untuk persiapan menjelang akhir tutup tahun.

Sementara di setiap instansi pemerintah, Desember merupakan bulan angaran terakhir, sehingga kesempatan untuk menyerap anggaran yang twntu telah disediakan dalam bentuk program atau kegiatan.pada akhir tahun 2019 ini pungkas Deddy ketua LSM Penjara PN Bogor Raya.

Mengenai anggaran tahun 2019 yang sedang berjalan menjelang tutup buku, penggunaan anggaran APBD juga menjadi perbincangan kami dari LSM Penjara PN Bogor Raya urainya.

Tidak hanya kami, namun publik juga akan turut menyorotinya, sebab, hampir seluruh instansi pemerintah di kabupaten Bogor terkesan sedang “kejar tayang” melaksanakan kegiatan sosialisasi, serta proyek infrastrukturnya, seperti renovasi bangunan gedung , Turab, saluran air dan pembangunan jalan termasuk pada sibuk pesan hotel-hotel untuk menyelenggarakan kegiatan yang alasan berjudul pelatihan, rapat, seminar, atau diskusi atau kegiatan sebagainya.

” ini adalah jurus paling ampuh untuk pemborosan penggunaan anggaran APBD 2019″, tandasnya.

Dengan demikian, tim audit tentu akan bersiap-siap datang dan memeriksa para pejabat pengguna angaran tersebut.

Dirinya menilai, pelaksanaan rencana kegiatan di akhir tahun yang seringkali berlangsung secara beruntun (lagi-lagi) penyerapan anggaran dan menjadi pembicaraan publik. Dan fenomena ini bahkan terus berlangsung dari tahun ke tahun, singgungnya.

Sehingga munculah tudingan bahwa kebanyakan kegiatan/program yang dikerjakan di akhir tahun yang akan menjadi Silpa anggaran dari hasil progres kegiatan alias tidak terserab 100 persen tersebut.ujar Deddy

Untuk itu lanjut Deddy, Publik harus lebih kritis dan pro aktif mengawasi kinerja birokrasi agar tak sekadar melakukan penghamburan alias pemborosan anggaran yang konon kurang bermaanfaat dirasakan masyarakat.

Lebih jauh Deddy menyimpulkan, sisa anggaran yang terserab tidak 100 persen, atau berlebih, sebaiknya dilanjutkan untuk tambahan anggaran tahun depan.

“,kita juga berharap cadangan anggaran sisa 2019 bisa digunakan yang lebih bermaanfaat di tahun 2020, karena kita tidak tahu kedepannya seperti apa kondisi serta situasi yang akan terjadi, misal nya bencana alam untuk membantu masyarakat yang masih perlu bantuan pintanya Deddy

Lebih lanjut Deddy ucapkan, masih banyak masyarakat yang membutuhkan Perhatian khusus, seperti Rumah tidak layak huni (RTLH) di pedesaan, atau ,membuka bazar murah, agar anggaran sisa 2019 bisa dirasakan, digunakan untuk kenyamanan dan ketentraman masyarakat di kabupaten Bogor secara menyeluruh tuturnya seraya, (Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here