DEPOK, Suara Jabar News.Com,- Soal perekrutan anggota Panwaslu kecamatan, berdasarkan Keputusan DKPP RI Nomor 16-PKE-DKPP/II/2020, Ketua Bawaslu Kota Depok diberikan peringatan keras oleh DKPP RI.

Menurut Suryadi Koordinator Data dan Hukum DEEP Kota Depok, Ketua Bawaslu harus sudah meminta maaf kepublik hasil dari keputusan DKPP RI.

“Sebagai pemantau pemilu, kami mendorong Ketua Bawaslu Kota Depok untuk menyatakan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Depok secara terbuka di media cetak, elektronik dan online, ucap Suryadi.

Dia menegaskan, “Sekalipun sudah ada putusan DKPP RI, kami tetap dorong Ketua Bawaslu Kota Depok untuk minta maaf ke masyarakat luas. Tidak cukup hanya perbaiki sistem, tapi juga minta maaf. Saya kira ini perlu sebagai bagian dari etika.”

Lanjutnya, “sampai saat ini DEEP Kota Depok belum mendengar ataupun melihat pernyataan minta maaf Ketua Bawaslu Kota Depok kepada publik, minta maaf saja belum sama sekali apalagi terkait kinerjanya, jadi dipertanyakan kinerja selama ini. Jangan pura-pura lupa!”

“Dengan tegas kami sampaikan bahwa sebagai elemen yang inginkan demokrasi tumbuh lebih baik untuk pendikan politik, dan kami menolak lupa” imbuhnya

“Jangan sampai kepercayaan publik hilang terhadap Bawaslu Kota Depok oleh karena Ketua Bawaslu Kota Depok belum menyatakan permintaan maaf terhadap hal tersebut, semoga kedepannya Bawaslu Kota Depok menjadi lembaga yang kredibilitas dan dipercaya oleh publik, umumnya masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Depok”, jelasnya.(Yad/Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here