DEPOK, Suara Jabar News.Com;- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil perintahkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk memperketat Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) diseluruh wilayah Kota Depok.

“Kami minta perketat di zona merah, karena cluster rumah tangganya tinggi, begitu juga dengan cluster perkantoran, yang kerja di Jakarta ternyata ber KTP Depok itu prosentasenya tinggi. PSBM yang ketat ujar Ridwan Kamil saat meninjau RSUD Kota Depok, Selasa (15/9)/2020).

Ridwan Kamil menginstruksikan Wali Kota Depok untuk memastikan sekenario penempatan ruangangan atau rumah sakit jika angka pasien Covid 19 meningkat.

Untuk mengatasi pandemi covid – 19 dengan diberlakujan PSBM harus ada dilakukan sekenario A atau sekenario B, ada tambahan rumah sakit dari 19 ditambah lagi dan sekenario C pinjam (rumah sakit) di Bodebek seperti Bogor, tapi lewat saya, katanya.

Dia berharap, dengan adanya koordinasi satu kesatuan terintegrasi semuanya pasti akan dapat dipermudah dan kenoa di persulit

Untuk itu lanjut Ridwan kamil, kami mendukung penuh pemerintah daerah. dan Kami menghimbau kepada warga Depok untuk mengikuti arahan karena statusnya saat ini berada di level merah. Dengan kedisiplinan warga mudah-mudahan membaik menjadi level sedang, ringan dan bisa hijau,” pintanya.

Menanggapi hal itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris menuturkan, ada dua hal yang diminta Gubernur jika clusternya adalah import case yaitu perkantoran di Jakarta, maka pengetatan protocol pegawai yang baru pulang kerja segera direalisasi oleh kampung siaga.

“Setiap warga yang pulang kerja protocol teknisnya sudah kami buat seperti apa yang harus dilakukan, ini harus betul-betul diawasi di tingkat RT melalui kampung siaga. Terkait pembatasan waktu kerja akan dilakukan evaluasi, mungkin akan diubah jam nya karena kami memperhatikan tentang masalah pemulihan ekonomi yang memang kami tidak bisa memberikan tambahan JPS yang lebih banyak lagi,” tandasnya.

Maka dari itu, Pemkot Depok saat ini mengandalkan bantuan presiden lagi yang terkait dengan bantuan UMKM dan juga dari provinsi.

“Pembatasan aktivitas warga akan kami evaluasi, bisa sampai jam 9 malam. Sementara aktivitas untuk usaha sampai jam 8 malam. Tetapi harus tegas penindakkannya ketika ada tempat usaha yang masih buka lewat dari jam 8 malam, kami akan membuat sanksinya terang idris.

Terkait rumah sakit rujukan untuk pasien Covid 19 di Kota Depok saat ini jumlahnya mencapai 19 rumah sakit.

lebih lanjut Idris katakan, yang sudah digunakan dari yang eksisting ini untuk yang Covid ringan 63 persen, untuk Covid sedang 81 persen dan untuk Covid berat saat ini dalam kondisi penuh. Yang ringan ini hanya satu rumah sakit yang bisa kami andalkan dan memang telah bekerjasama secara khusus yakni RS Citra Media Cilodong,” pungkasnya. (by)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here