JAKARTA, Suara Jabar News.Com,- Seharusnya ada tindakan tegas dari majelis hakim. Sidang lanjutan perkara perdata yang terdaftar di kepaniteraan PN( pengadilan negeri ) Jakarta Timur dengan Nomor : 258/Pdt.G/2020/PN Jkt.Timur perkara Eka Nurani Binti Abdul Rani dan kawan kawan.

Adapun sidang Perdata ini rencananya akan digelar kembali pada Selasa (27/10) mendatang.”

Pengadilan Negeri Jakarta Timur sudah bersurat kepada tergugat untuk bisa hadir,” terang Hakim Sutikna, SH, MH dalam persidangan (7/10/2020) kemarin.

Menurut tim kuasa hukum Penggugat Ichwan setiawan SH, majelis Hakim yang menyidangkan sidang “kurang tegas” oleh karena sidang perkara 258/pdt.g/2020/PN jak tim sudah sampai 4 bulan dan persidangan yang ke 5 masih pada agenda release, delegasi dari PN jakarta utara belum diterima.

“Saya rasa ini harus jadi perhatian dari ketua PN jakarta timur sebagaimana aturan MA Yang memberi waktu persidangan perdata hanya 6 bulan.” sebut Ichwan

Jadi asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan tidak terpenuhi.
Sehingga masyarakat kecil cenderung di kerdilkan apabila lawannya terlalu besar.pungkas Ichwan

“Saya rasa marwah pengadilan harus lebih ditegakkan oleh majelis Hakim” tutur ichwan

Sementara itu Tim Kuasa Hukum Hari, SH Pengacara PT. JIEP yang merupakan satu diantara tergugat merasa kecewa karena pemberitaan bahwasannya Tim kuasa dari perusahaan yang didampinginya selalu hadir di dalam persidangan.

“kami selalu hadir untuk mentaati proses hukum mengikuti sidang,” katanya Hari.

Eka Nurani penggugat mengatakan kepada awak media, bahwasannya Lurah Cakung Barat Ridwan pernah menawarkan berbagai solusi untuk dapat mencairkan uang pembebasan lahan milik keluarga Ahli waris.

“Lurah Ridwan bilang ke saya, kalo mau dibantu bisa tapi saya ( ridawan ) titip harga ya ” meniru ucapannya.

Lurah Ridwan juga mengatakan jika mau cepat prosesnya pihak penggugat harus cabut laporannya di PN Jakarta Timur dan mutuskan hubungan dengan Tim Pengacara, kata Eka Nurani saat menunjukkan lokasi lahan yang di Perkarakan.

Informasi ini ditindaklajuti oleh media kepada Lurah Cakung Barat Jakarta Timur Ridwan melalui aplikasi WhatsApp nya juga belum mendapatkan jawaban.

Pada persidangan (7/1/2020) lalu sempat dihadiri tergugat 1,mewakili Pemkot Jakarta Timur dan Lurah Cakung Barat, dan tergugat lain yaitu Pihak BPN Jakarta Timur dan PT JIEP, sementara yang tidak hadir tergugat 2, tergugat 3,dan PN JakakartaTimur belum mengirim panggilan kepada PT Agung Sedayu.
(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here