DEPOK, Suara Jabar News. Com, Acara Ngobrol Bareng bersama Bestari dengan tema :; “Masa Depan Depok” diselenggara oleh tim Cyber News di gedung Graha Insan Cita Sukmajaya, Kamis (5/11/2020).

Acara Ngobras dihadiri oleh M, Nasir, tokoh masyarakat, Murthada Sinuraya mantan anggota DPRD Depok, M, Salamun mantan ketua KPU Depok, M, Rony Mandalora dari unsur Kadin, hj Nursi tokoh perempuan NU dan Tuti Alawiyah, serta kalangan dari LSM,. Acara dipandu oleh Bambang Bestari

Kurun waktu satu periode (5 Tahun) kepemimpinan Muhammad Idris menjabat Walikota berpasangan dengan Pradi Supriatna Wakil Walikota Depok, masih banyak pekerjaan yang belum tuntas diselesaikan.

Dalam RPJMD, sebagaimana setiap tahunnya Walikota menyampaikan laporan capaian kinerja kepada wakil rakyat sebagai laporan pertanggungjwaban penggunaan anggaran.

Capaian kinerjanya tentu akan menjadi tolak ukur dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, baik itu tentang pembangunan sumber daya manusia, lingkungan hidup, sosial budaya, penataan ruang publik dan penataan kota, birokrasi yang melayani ( clean governance), penegakan hukum ( low inforcmant) dan politik (Political will) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara teritorial juga sebagai landasan pertahanan

Dalam menjalankan regulasi yang dituangkan dalam RPJMD menggunakan dana APBN dan APBD kabupaten / kota harus terbukti dan wajib diketahui masyarakat atas penggunaannya apakah tepat sasaran dan bermaanfaat bagi masyarakat berikut beberapa komentar dari para peserta acara ngobras.

Menurut M, Nasir mengatakan, secara subyektif, kinerja Walikota dan Wakil Walikota Depok telah mencukupi janji politiknya, soal ada kesalahan, tentu saja pemimpin itu ada kelebihan dan kekurangannya.

Nasir katakan, masa depan kota Depok terbentuk dari rakyat yang terpisah secara teritorial.Bicara masalah masa depan kota Depok, bagaimana mengelola dan memenit dalam keterbatasan keuangan, tapi fungsinya untuk kesejahteraan masyarakat, itulah masa depan Depok.simple saja ketusnya.

“kalau kita mau jujur, kita bisa evaluasi yang ada dalam data statistik tersebut, dimana grafiknya ada penurunan angka. Dengan demikian tidak ada Konsistensinya, karena ada produk – ekspor yang turun pertumbuhan ekonominya dan itupun apakah dampak dari dimasa pendemi covid 19 ini, kita belum tahu.,meski perasaan kita terhadap kenyamanan itu sudah bergandrung pada masyarakat”, urainya.

Persoalan yang menjadi topik pembicaraan ini, semua adalah masalah tehnik, kita percayakan ke pimimpin masa depan nanti. Karena pemimpin itu harus paham sesuatu yang di butuhkan masyarakat,, itulah salah satu kriteria yang di pilih. Untuk itu,, berbuatlah, untuk masyarakat niscaya anda akan diingat oleh orang banyak.

Senada dikatakan M, Ronny Mandalora, saya melihat pemimpin saat ini telah .menepati janji janji politik diakhir masa jabatannya.Meskipun di tingkat ekonomi sedikit menurun akibat pandemi covid – 19, dia menilai, pemerintah telah berusaha mengatasinya, dengan memberikan bantuan sosial (Bansos) agar masyarakat dapat bertahan hidup meskipun tingkat pengaggurannya banyak oleh karena terkena di PHK ulas Ronny.

Soal indeks capaian kinerja Walikota dan Wakil Walikota Depok, sebagian besar kita harus akui atas keberhasilannya, mengetahuinya tentu dengan data data yang ada termasuk serapan anggaran dari APBD kota Depok, tentu kita bisa.melihat dari sektor mana saja yang tidak memenuhi target ucap Ronny.

Soal indeks kepuasan masyarakat (IKM), kehidupan masyarakat harus mendapat perhatian dari.pemerintah, terutama lapangan. pekerjaan itulah yang menjadi skala prioritas pemimpin nanti, termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mengenai pendidikan, upaya peningkatan sumber daya manusia, tentunya harus berimbang dengan ekonominya, apa lagi saat ini, siswa harus belajar melalui dering dari rumah, berapa banyak beban biaya yang dikeluarkan. oleh orang tua siswa..

Ditempat yang sama, Salamun menyinggung soal Raperda Depok sebagai kota Religius, dia katakan perda itu tak begitu sangat penting, Sebab, masyarakat Depok itu sangat heterogen, dan pluralis, multi etnis, berbagai suku, budaya dan agama sudah ada.Sehingga keragaman dalam kebhinekaan itu telah tertuang pada UU Dasar 1945.

Peserta juga menyampaikan kritikan dan masukan terhadap pasangan Walikota dan Wakil Walikota Depok yang sebelumnya atas pembuatan konsep perencanaan pembangunan tata kelola kota yang selama ini dinilai masih belum optimal, baik itu aspek legal maupun sosialnya. Karena saat pembuatan perencanaan itu dinilai masih remang – remang, atau penulisannya kemungkinan salah ketik singgung seorang peserta aktivis Depok.

Pernasalahan transportasi yang mana Terminal bus, trayek angkot, TPA Cipayung yang mana pemkot Depok telah menyewa TPA Nambo di Bogor, juga obyek wisata dan lokasi industri kuliner, perpajakan dan aset pemkot yang masih belum ter – registeasi. pembangunan bekas terminal terpadu, RS di Tapos dan jalan GDC, hanya baru Alun – alun saja yang menonjol.

Di kota Depok masih banyak persoalan sosial yang belum tuntas, dan itupun belum bisa di nikmati oleh warga masyarakat..
Banyaknya Perda dan Perwa dalam penggunaannya tidak begitu efesien, sehingga perlu di evaluasi kembali.

Dengan adanya sekolah berbasis agama, seperti madrasah, sebaiknya dituangkan juga mata pelajaran berbasis Pancasila agar terbangun rasa nasionalisme siswa madrasah itu, jangan menghafal soal jihad saja.

Bambang, Bestari selaku host acara menandaskan, bahwa kegiatan diskusi mengangkat tema, masa depan Depok kedepannya akan lebih menjadi tanda tanya, mau di bawa kemana katanya saat ditemui awak media ini.

Dia terangkan, kegiatan ini diselenggarakan atas inisiasi dari kami sebagai warga Depok untuk menghidupkan suasana disaat pendemi khususnya pada perhelatan Pilkada 9 Desember 2920, siapa pun pemimpinnya yang terpilih nanti, itulah yang terbaik untuk masa depan Depok.

kegiatan ini terus akan kita lakukan, karena kita butuh masukan dari pakar, tokoh – tokoh budayawan, praktisi hukum, akademisi, kalangan profesional Aktivis, Ormas, LSM dan elemen lainnya imbuh Bambang.

Semoga pemerintah merespon serta mau menerima kritikan positif yang membangun, tentu juga masukan dari steak holder. kegiatan ini terus berlanjut dengan topik yang berbeda tutupnya.. (Benger)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here