DEPOK, Suara Jabar News.Com, Penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kota Depok 2020 sudah selesai melaksanakan, pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok pada 9 Desember 2020 meski dimasa Pandemi Covid-19.

“Kalau Tidak Ada Informasi Sengketa Perkara Pilkada, Maka kami akan Menetapkan Paslon Pemenang Walikota dan Wakil Walikota Depok pada 23 Januari 2021”.

. .

Prosesi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok cukup memakan waktu yang sempat tertunda beberapa lama penjadwalannya, dikarenakan situasi dan kondisional, namun tetap dilaksanakan hingga pleno penghitungan suara tingkat kota yang diselenggarakan oleh KPU kota Depok, Selasa (15/12/2020) di Gedung Dwidjosewo, Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda.berjalan aman dan lancar.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Depok yang digelar KPU Kota Depok turut di Hadiri Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj dan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Aziz Ardiansyah, dan Bawaslu Depok. .

Penandatanganan berita acara dari paslon Idris – Imam

Prosesi seluruh Penghitungan suaranya telah selesai dihitung di TPS, oleh petugas KPPS, PPS, PPK hingga diplenokan oleh KPU Kota Depok, berikut hasil yang direkap oleh KPU kota Depok,

Total jumlah penghitungan suara, uraian rincian perolehan suara. Pasangan Pradi Afifah memperoleh 332.689 suara atau 44.45 %, partai pengusung Grtindra, PDIP, Golkar, PKB dan PSI.

Penandatanganan berita acara dari paslon Pradi – Afifa

Sementara pasangan
Idris – Imam sebanyak 415.657 suara, atau 55,55% Partai pengusung, PKS, P Demokrat dan PPP.

Jumlah suara sah 748346, sedangkan
Jumlah suara yang tidak sah 2939.

Penandatangan berita acara pleno penghitungan suara dilakukan oleh saksi dari paslon Pradi – Afifa dan paslon Idris Imam yang disaksikan oleh Komisioner KPU, Bawaslu yang dihadiri oleh seluruh petugas PPK. Pleno penghitungan suara dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Metro Depok.

Saat diwawancarai wartawan media online Suara Jabar News, Com, Nana Sobharna ketua KPU mengatakan, di Pilkada Kota Depok 2020 ini, tingkat partisipasi.pemilih sangat tinggi, alhamdulilah kami sangat bersyukur pelaksanaan Pilkada Kota Depok Tahun 2020 ada kenaikan 6, 4%.dari Pilkada tahun 2015 terangnya Nana Sobharna ketua KPU kota Depok.

Sebetulnya Kami, (red-KPU) menargetkan 77,5 % kami yakin akan tercapai, namun Pilkada kali ini, kita di tengah situasi pandem Covid-19 ini.

“Kita telah berhasil diangka 62,79 %, dan ini tolong dicatat sejarah bagi kota Depok, dengan partisipasi record tertinggi Pilkada tahun 2020 ini, sejak Pilkada tahun 2005,Tahun 2010 dan tahun 2015. Jadi Pilkada ini adalah tingkat partisipasi yang tertinggi, Tentu tidak ada kendala karena berkat dukungan rekan media juga, ujar Nana. .

Mengenai Pelanggaran Pilkada, tentu iyu jadi catatan dan evaluasi kita, untuk upaya dilakukan perbaikan.

Setelah 3 hari pleno rekapitulasi ini, kami menunggu adanya buku registrasi, dan kami juga akan mendapat informasi, bahwa buku register di MK itu akan dikeluarkan pada tanggal 18 januari 2021, tahapan selanjutnya kemudian, maksimal 5 hari.

Bawaslu Kota Depok

jika tidak ada yang masuk atau pengajuan atau tidak termasuk di buku registrasi sengketa perkara Pilkada Kota Depok, kalau batas waktu selama 5 hari dari tanggal tersebut itu tidak ada, maka KPU Kota Depok segera akan menetapkan pasangan calon terpilih hasil pemilihan Walikota dan Wakil walikota Depok tahun 2020, maksimal tanggal 23 januari 2021.

Berkaitan soal proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok tentang claster Covid-19 disaat Pilkada, sepanjang ini kata Nana, kami belum menerima adanya laporan dan penyampaian dari pihak terkait tentang claster tersebut, tentu kita semua berharap tidak terjadi, dan pihak kami juga jauh – jauh hari sudah melakukan sososialisasi terkait protokol kesehatan tutup Nana, (Benny, G)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here