“Yang Saya Laporkan Itu Umbaran Fitnahnya yang Mengumbar di Facebook bukan Kritisinya”

DEPOK, Suara Jabar News.Com, – Akibat muncul info dugaan oknum Satpol PP Kota Depok menerima uang dari bandar miras yang marak pemberitaan dan unggahan di Facebook serta di Media Sosial bertagar Save Aktivis Hersong, berujung laporan ke Polres Metro Depok

“Yang saya laporkan adalah fitnahnya bukan kritisinya, seandainya sekedar mengkritisi kinerja Pol PP yang kurang maksimal dan memberi solusi pasti saya terima dengan tangan terbuka. Saya tidak anti kritik, namun yang disebarkan Herry Prasetyo atau dikenal Heri (Hersong) adalah fitnah, wajar dan hak saya untuk melaporkan . Jangan samakan tindakan ini dengan upaya kriminalisasi aktivis, ” tegas Lienda.

Menurut Lienda, hal mendasar yang membuatnya melaporkan HHP adalah pencemaran nama baiknya setelah yang bersangkutan mengunggah di media sosial, seolah dirinya menerima setoran dari Bandar miras di samping kantor Pemkot Depok, sehingga hari ini tidak mampu menutup tempat tersebut.

Lienda Ratnanurdianny Kasatpol PP Kota Depok menunjukkan hasil laporannya ke Polres Metro Depok

“Sangat wajar jika saya tidak terima dan melaporkan tudingan tersebut, karena mencemarkan nama baik saya dan institusi yang saya pimpin. Wajar kalau saya tidak ingin masyarakat salah persepsi dan beranggapan itu benar. Ini sama saja menghina institusi Pol PP sebagai lembaga yang tidak bersih. Lantas upaya kriminalisasi apa yang saya lakukan, saya yang diserang terlebih dulu dengan fitnah tanpa bukti” gemas Lienda.

Disisi lain Lienda beranggapan ada suatu tujuan tertentu di balik kejadian ini , entah apa bentuknya. Upaya Hersong menghimpun dukungan untuk dirinya baik dari sesama aktivis, kelompok masyarakat dan media seolah laporan Lienda adalah upaya membungkam kebenaran justru dianggapnya sebuah keanehan.

“Harusnya yang dihimpun adalah upaya menegakkan kebenaran, mengajak masyarakat memerangi miras atau narkoba. Bukan membuat “demo” seolah dirinya dikriminalisasi dan perlu diselamatkan karena upayanya membongkar peredaran miras. Seolah karena dia vocal lalu dibungkam. Sekali lagi bukan masalah vokal, bagi saya vokal dalam ngkritisi, tidak masalah jangan fitnah. Ini sisi dan sudut pandang yang berbeda dari kenyataan. Bahkan dampak nyatanya beberapa pihak terprovokasi menyatakan siap mengawal dirinya jika dipanggil kepolisian. Aneh ,” ujar Lienda.

Menurut Lienda, memerangi peredaran miras merupakan salah satu tugasnya, Pol PP seringkali mengamankan miras dalam operasi menekan peredaran miras di Kota Depok. Contohnya, jelang Natal dan Tahun Baru saja kita mengamankan 874 miras siap edar belum lagi dalam opereasi lainnya bersama TNI dan Polri. Banyak hal yang sudah dilakukan Pol PP terkait hal itu.

“Mungkin kinerja kami belum maksimal, silahkan kritisi dan kasih masukan. Namun kalau yang dilakukan adalah tudingan menerima setoran ya saya tidak terima. Proses hukum tetap berjalan atas tudingan pencemaran nama baik. Silahkan dibuktikan tudingan itu, laporkan beserta buktinya,”ujar Lienda.

Menanggapi upaya demo Lienda hanya berpesan agar semua pihak tetap berpikiran jernih. Jika itu untuk menghimpun kekuatan memerangi miras, saya setuju, miras dan narkoba adalah musuh kita bersama.

Cukup banyak juga pihak masyarakat, LSM dan ulama yang selama ini mendukung Pol PP dengan cara memberi masukan tentang hal-hal yang ada di sekitarnya termasuk info soal miras.“ Tetapi jika untuk mencari „dukungan pribadi “ seolah ada kriminalisasi aktifis itu aneh. Sangat aneh jika ada pihak-pihak yang mau mendukung orang lain menyebarkan fitnah,” pungkas mantan kepala Kantor kesbangpol kota Depok ini.

Laporan Lienda terhadap oknum aktivis Hersong tetap masih berjalan, bukan lembaga atau media sosialnya. (by)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here