KABUPATEN BOGOR, SJNews.Com,- Anda hobi dengan Tanaman Hias, ada di Geray Tiara Nurseri yang berlokasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

Bagi penggemar, hobi, kolektor tanaman hias dapat menemukan berbagai jenis di Geray Tiara Nurseri.

Dedi Imanuddin pimpinan Paguyuban Tiara Nurseri Ciapus, kabupaten Bogor. Foto : yuni

Dedi Imanuddin sebagai pimpinan Paguyuban Tiara Nurseri mengatakan, meski di situasi Pendemi Covid – 19, tanaman hias juga selain hiburan atau hobi oleh kalangan pegiat tanaman hias katanya saat di temui awak media di lokasi, Kamis (03/03/2021)

Selain itu, tanaman hias ini juga mampu dijadikan komoditas, karena bisa komersilkan upaya menopang perekonomian warga masyarakat sekitar imbuhnya.

Dudi imanudin jelaskan, bahwa paguyuban tanaman hias Sukamantri Kecamatan Taman Sari kab, Bogor kerjasama di bawah binaan Institut Pertanian Bogor (IPB) fakultas pertanian ucapnya.

Selain itu lanjut Dedi, Paguyuban Tiara Nursari yang berada di Desa Sukamantri, nemiliki ada 5 kelompok tani (Poktan) dengan 140 anggotanya.

Dikondisi covid 19, sambung Dedi, faktor work From House (WFH) atau bekerja dari rumah menjadikan motivasi dirinya, dari pada jenuh diam dirumah, mendingan menciptakan suatu karya yang bisa bermanfaat guna tuturnya.

Sebab, prospek di sektor usaha tanaman hias sangat bagus, karena tetap stabil dan saat ini masih bisa eksis, mungkin akan lebih maju dan berkembang.

Diakuinya, kebutuhan petani tanaman hias itu memang sangat banyak, mulai dari bibit tanaman, mengurus tanaman dan juga sarananya, namun kejenuhan itu beralih ke pengembangan usaha tanaman hias.

Menurut Dedi, variasi tanaman hias di saat ini, dominan banyak di gemari oleh masyarakat berupa tanaman Hias berupa daun jenisnya belladeron jenis- jenis antarium masih di gemari juga banyak jenis tanaman hias lainnya.

Soal Market tanaman hias yang dipasarkan, ada dua cara yaitu, melalui offline dan online, kalau melalui
Offline, konsumennya juga ada yang dari para pedagang lapak tanaman hias dari wilayah – wilayah yang berbelanja datang kesini, terutama dari Jabodetabek

Yang di kedua, selain menjual ke kelapak – lapak yang ada di Jabodetabek. Kita juga memasarkan menggunakan online, dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan tanaman hias imbuhnya.

Mengenai sarana dan prasarana untuk tanaman hias, Alhamdulillah disini kita dibantuin dengan lahan IPB yang punya kebun percobaan di taman sari, dan paguyuban Nurseri diberikan kekuasaan lahannya untuk dipergunakan.

” Lahan kebun percobaan IPB memberikan izin kepada kami, untuk bisa di gunakan bersama petani dan masyarakat disekitar untuk pengembangan tanaman hias dengan melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar”.

Diakuinya ada sedikit kendala disektor pertanian tanaman hias yang sedang kami kelola, yaitu soal ketersediaan air.

Paguyuban ini di bentuk sebagai media komunikasi antar petani yang menggunakan lahan IPB..

“Sampai saat ini kita kerja sama dengan baik antara para petani, Pemda kab, Bogor, juga perhatian dari pihak IPB” terang Dedi

Soal kebutuhan air untuk penyiraman tanaman hias, kita sudah mengajukan untuk pemasangan pipanisasi dan sumur dalam juga laboratorium kultur jaringan sumur tanah pipanisasi.

“kita tidak tahu tentang bagaimana analisisnya apakah bisa apa tidak ada sumur di dalam untuk diwilayah Sukamantri, pasal nya wilayah disini banyak bebatuan keras.

Menyinggung pembinaan dan modal, kalau soal pembinaan, kita selalu komunikasi dengan pihak pemerintah, cuman secara teknis belum ada dari pihak pemerintah maupun dari IPB, namun Poktan tanaman hias selalu didampingi bersama Paguyuban Tiara Nurseri dikarenakan kita berusaha menciptakan kemandirian, ungkap Dedi

“Pihak IPB hanya bisa memberikan edukasi serta menyediakan lahan, sedangkan
Pemda kab Bogor melalui Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan telah bekerja sama yang bagus, mendapingi petani agar bisa mandiri, itupun sudah berjalan selama sekitar 4 tahunan ” jelasnya.

Sejatinya, bagi sejumlah pegiat dan pencinta tanaman hias, rasa memiliki tanaman hias tentu saja menimbulkan kebanggaan tersendiri.

Contoh tanaman hias yang diprediksi bakalan meroket harganya dikarenakan kelangkaan, juga keunikan warna daun dan sebagainya itu, oleh karena masih banyak yang menggemari dan kini masih di cari khususnya kolektor tanaman hias yang dapat ditemukan di jual di eceran, di lapak petani dengan hitungan harga per daun, seperti janda bolong (Monstera Adandonii) yang mulai populer, termasuk jenis tanaman hias lainnya yang harganya selangit.

Untuk itu, Paguyuban Nursari di pimpin oleh Dedi Imanudin mengucapkan terimakasih kepada Ade Yasin Bupati kabupaten Bogor yang telah memberikan perhatian terhadap petani tanaman hias di Desa Sukamantri, Kecamatan Sari, semoga potensi tanaman hias menjadi salah satu produk unggulan hingga ke mancanegara. (Ben/Yuni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here