JAKARTA, SJNews.com,-Kisruh di internal di Partai Demokrat selesai.

Kini, Partai Demokrat versi Agus Harimurty Yudhoyono seharusnya merasa malu dengan keputusan pemerintah yang tidak mengesahkan Kubu Demokrat versi Moeldoko. Bahkan kelompok relawan Jokowi menilai harusnya AHY putra SBY ini meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Jokowi.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer menegaskan, keputusan pemerintah tidak mengesahkan kubu Demokrat versi Moeldoko dengan dasar cacat legalitas dan cacat adminitrasi merupakan pembuktian Jokowi netral.

“Malu dan harusnya minta maaf. Sudah teriak teriak ke sana kemari. Tuduh dan main fitnah akhirnya semua terang benderang ketika pemerintah menyatakan partai Demokrat versi KLB tidak bisa disahkan,” imbuhnya.

Noel mengultimatum, harusnya AHY berani tampil di publik meminta maaf secara terbuka.
Sebagai anak muda, kata Noel dia harus menunjukkan sikap gentleman dan berani bertanggungjawab.

“AHY juga pimpinan partai. Harus berani bertanggung jawab atas mulut comberan dari anak buahnya,” tandas aktivis 98 ini.

Dikatakan Noel lagi, pola lama mencari popularitas ala SBY sudah tidak laku dalam menarik perhatian dan popularitas.
Apalagi tambah Noel, sampai mengkontruksi opini, pemerintah zholim dan Presiden Jokowi intervensi partai demokrat.
“Nyatanya kan tidak. Pemerintah mengambil keputusan berdasar data data legalitas saja. Tidak ada niat untuk membelah partai Demokrat. Ini kan konflik internal yang didesain untuk menyeret nama Jokowi. Ujungnya pencitraan ala SBY lah,” ujarnya. (By).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here