JAKARTA, SJNews.com,-Peryataan terima kasih Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ke Presiden Jokowi atas ditolaknya hasil KLB Demokrat dinilai sebagai statement minta maaf ala SBY.

Sayangnya, ucapan terima kasih plus penghargaan itu dinilai tak tulus dan hanya untuk mengeruk popularitas saja.
Ketua JoMan (Jokowi Mania), Imanuel Ebenezer menegaskan, pernyataan terima kasih itu sebenarnya merupakan statemet minta maaf.

Hanya penggunaan bahasa, makna dan diksi saja yang dimainkan oleh AHY ini.

“Saya sendiri mengartikan ini minta maaf. Cuma karena angkuh, AHY menggunakan diksi diksi. Jadi tak berani menggunakan kata maaf,” tandas Noel.

Aktivis 98 ini mengherankan, pernyataan orang orang Demokrat bahwa AHY tak perlu minta maaf. Karena tak pernah menuding Jokowi intervensi partai Demokrat.
Sudah jelas kata Noel, beberapa petinggi Demokrat berucap buruk soal Jokowi.

AHY meski tak menuding langsung, berulang kali menyebut nama Jokowi yang diklaim namanya dipinjam untuk menghancurkan partai Demokrat.

“Sudah saya katakan bahwa sebagai Ketua Umum, dia harus memikul tanggung jawab dari dosa anak buahnya. Lagi pula penyampaian kata pencatutan itu lagi lagi penggunaan diksi saja,” ucap Noel.

Dirinya mengatakan permainan kata kata ala SBY and anak anaknya untuk tujuan popularitas pasti akan berlanjut terus.

“Pasti 3 atau 6 bulan lagi, ada lagi nih desain isu yang dibangun. Targetnya pasti Jokowi lagi. Polanya kemungkinan sama, main opini dizholimi,” ungkap dia.

Hanya perminta maafan aja susah di berikan apa lagi minta kerja buat bangsa ini, dasar anak bau kencur, kok di suruh mimpin partai ‘ujar noel lagi.(ny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here