BOGOR, SJNews.com,- Kota Bogor
Terkenal akan Kota hujan serta padat penduduk dan kota sering dipenuhi kemacetannya.

Hal itu, terlihat dari kepadatan atau banyaknya penduduk, baik warga dalam ataupun warga diluar Bogor, serta banyaknya kendaran yang menyelimuti, hingga mengakibatkan kemacetan ditiap titik, di kawasan wilayah, Kota Bogor.

Terjadinya kemacetan itu, dikarenakan, kurang atau sempitnya ruas fasilitas Jalan di Kota Bogor. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, akan melakukan pelebaran ruas Jalan, guna mengatasi kepadatan ataupun mengurangi kemacetan di kawasan wilayah Kota Bogor.

Pelaksanaan pelebaran ruas Jalan Raya Pajajaran dari simpang Warung Jambu hingga Lippo Keboen Raya terus dilanjut. Salah satu ruas yang akan dikerjakan tahun ini ada pada segmen Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) hingga Burger King sepanjang sekitar 200 meter.

Di sepanjang ruas itu, ada sekitar 12 bangunan yang berdiri. Sehingga perlu adanya penyelarasan geometri pada segmen tersebut. Sebenarnya, sosialisasi terhadap pemilik 12 bidang tersebut, telah dilakukan sejak 2019 lalu. Namun karena adanya refocusing anggaran, sehingga tak bisa dilanjut ke pengerjaan atau tertunda.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, untuk penyelarasan geometri tersebut, ke-12 bangunan aktif itu harus dimundurkan pada bagian depan. Kemundurannya berjarak 1,5 hingga 3 meter ke dalam.

“Telah bertahun-tahun lamanya, juga ruas jalan itu hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja, kurang nyaman. Jadi ini semua untuk kepentingan bersama. Selain itu, juga ada program APBN dari Kementerian PUPR yang harus kita sambut bersama,” ungkap Dedie usai rapat koordinasi dan sosialisasi perbaikan saluran drainase, pedestrian, dan penyelarasan geometri Jalan Pajajaran area KSB hingga Burger King di Balai Kota Bogor, Senin (19/4/2021).

BACA JUGA :   DPD Joman Jatim Dilantik Siap Bergerak Bangkitkan Ekonomi

Ia menambahkan, pasalnya, jika penyelarasan geometri hingga pelebaran jalan di ruas itu terwujud, maka jalur akan lebih lancar dari efek bottleneck. Apalagi, pedestrian yang akan dibangun nantinya akan terintegrasi dengan jalur sepeda yang juga akan diproyeksikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Disampaikan juga, waktu pemunduran pagar itu diharapkan di bulan ini. Juga kemudian nanti utilitas publik nanti disesuaikan, seperti Telkom, PLN dan juga PDAM. Tinggal nanti kesiapan dari para pemilik lahan untuk menyesuaikan dengan kondisi atau langkah yang diambil secara teknis di lapangan,” ujarnya, terkait hal tersebut, kepada awak Media.

Selain itu, kata Dedie, penyelarasan juga dilakukan untuk beberapa billboard atau reklame yang berdiri di ruas jalan tersebut. Untuk semua pekerjaan itu, Pemkot Bogor menargetkan pada akhir Bulan Mei 2021 nanti bisa terselesaikan.

“Sehingga perbaikan saluran drainase dan pembangunan pedestrian bisa di mulai,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor.

Tambah, Dedie menuturkan, pelaksanaan pembongkaran bagian depan ke-12 bangunan untuk dimundurkan itu, akan dilaksanakan dengan perbantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor jika diperlukan.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menjelaskan, secara menyeluruh pembangunan pedestrian dari simpang Warung Jambu hingga ke seberang rumah dinas wali kota ini, telah banyak dilakukan pengerjaan fisiknya.

Selain itu, Chusnul menjelaskan, rata – rata lebar trotoar yang akan dibangun kurang lebih sekitar 3 meter.

“Masih banyak beberapa yang harus diselesaikan di lapangan, termasuk juga titik yang sedikit krusial adalah di antara KSB sampai kepada Burger King ini. Kebutuhan lahan untuk trotoar ini sebenarnya 3 meter untuk penyeragaman dari titik tersebut. Dan kondisi sekarang sebenarnya sangat mengganggu karena ada penyempitan badan jalan disitu,” jelasnya.

BACA JUGA :   Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Jetski Dunia 2019 Akan Menjadi Ajang Promosi Laut Indonesia

Sementara, kondisi eksisting saat ini, lanjut kata Chusnul, memang garis sempadan pagar (GSP) di 12 bangunan tersebut terlalu maju. Sehingga terjadi penyempitan jalan. Jika GSP sudah selaras, maka pembangunan pedestrian dan normalisasi saluran air juga berjalan sesuai rencana.

“Nah, yang saat ini, dibutuhkan untuk kejelasan dari pemilik lahan untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Bogor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pembangunan ini, juga untuk memudahkan masyarakat banyak, untuk melewati jalan tersebut, untuk bisa gunakan badan jalan,” pungkasnya. (WV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here