Oknum BPN Kota Depok Dituding Mafia Tanah Tol Desari Cinere

DEPOK, SJNews.com, Ritasari selaku kuasa kepengurusan pembebasan lahan Tol Desari Cinere kecewa.

Ritasari bersama Forum Komunikasi Rakyat untuk Pembebasan Lahan Tol (FKRUPEAHTOL), saat mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, mempertanyakan hak warga pembebasan tol.

Rita Sari yang menerima kuasa dari Warih Wirawan, mempertanyakan uang ganti rugi Pembebasan jalan tol yang berlokasi di Jl. Swadaya RT 006, RW 002 Kelurahan Limo, Kota Depok.

Rita menduga, Pendataan di BPN Depok ada surat yang hilang dengan nomor 509, saat ada dipendataan, tiba-tiba hilang nama peserta ganti rugi yang di gelar di balai rakyat Beji, Kota Depok tahun lalu,” ujar Rita, Kamis (10/06/2021) di depan kantor BPN Kota Depok, jln Boelevard.

Saat proses verifikasi ulang, atas lahan yang dilakukan BPN Kota Depok pada 14 Febuari 2019, pihaknya sudah mengingatkan tim verifikasi BPN, bahwa ada tanah milik dua bersaudara.

“Jika tanah Warih Wirawan Hadi bersebelahan langsung dengan tanah milik Harjo Yudotomo.  Mengingat Warih dan Harjo adalah saudara kandung dan membeli tanah secara bersama dan letaknya bersebelahan, dalam daftar penerima dan peta yang dibuat panitia, tanah Warih di nomor 509 dan tanah Harjo 510,” jelasnya.

Pada revisi kedua yang dilakukan pihak BPN usai pengukuran ulang tanggal 14 Febuari 2019 lalu, Rita menduga ada perubahan.

“Dimana awalnya nama Warih Wirawan Hadi sudah terdaftar di nomor 509 tiba-tiba lenyap. Kami sayangkan pihak BPN yang lamban menangani persoalan ini. Sudah jelas kok yang membuat peta kedua hingga hak orang lenyap,” ketusnya.

Soal dana ganti rugi pembebasan lahan tol Cinere, diduga banyak permaianan “Mafia” tanah di kantor cabang BPN kota Depok tuding Rita.

BACA JUGA :   Pemkot Depok Segera Rampungkan Pergeseran Terhadap Para Pejabatnya

Dia berharap, pihak BPN kota Depok mengukur ulang tanah Wahri, dan membayar dana ganti rugi pembebasan lahan tol Cinere, terhadap pemilik lahan wahri

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh FKRUPEAHTOL pimpinan Munir dan kawan – kawan berjalan kondusif, meski pihak BPN kota Depok belum bisa memberikan keterangan persnya, terkait tuntutan Ritasari selaku kuasa dari pemilik lahan yang belum terbayar tersebut.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here