MALANG, SJN, com- Modus Biro Jasa, Yusup Setiobudi Gelapkan Mobil Warga, Udah Dilaporkan, Tapi Tak Ada Tindakan dari pihak Kepolisian Polresta Malang

1 unit kendaraan Honda Jazz RS CTV warna Putih tahun 2017, berplat Nomor N 1468 TN, pemilik atas nama Sulastri (yuli) hingga kini tak lagi ada di rumahnya.

Berikut penuturan M, Karim Masait korban penipuan dan penggelapan, bahwa mobil jazz milik isterinya telah ditipu oleh seseorang. mengaku biro jasa dari lising katanya kepada awak media ini, Sabtu (12/6/2021)

Karim Masaid menceritakan tentang kronologis awal terjadinya dugaan modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pelaku Yusuf Setiobudi.

Bermula ada tunggakan 2 bulan cicilan namun, Pembayaran tunggakan tersebut sudah ditalangin, yang mana pembayaran dari 19 juta membengkak menjadi 48 juta. Permintaan uang tersebut dilakukan terang – terangan oleh pihak yang mengaku biro jasa Yusuf Setiobudi.

Motif pemerasan ini sangat kentara sekali, bahkan saat itu terang – terangan memaksakan meminta uangnya.

Penarikan yang dilakukan oleh pihak pelaku biro jasa itu pada bulan Oktober – November 2018, herannya, pihak Finance atau Leasing yang mengeluarkan unit tidak mau tahu urusan pesuruhnya yaitu, para debtcollecktornya yang menyalahi komitmennya.

Soal penarikan mobil jazz, dirinya pernah menanyakan ke Clifan Finance, terkait BPKB kendaraan mobil jazz kami, sebab kami masih memegang bukti STNK atas nama Sulastri selaku pemilik.

Sulastri dipanggil mba Yuli saat masih dengan mobil jazz nya

Namun, proses masalah kendaraan kami di justeru dibikin berbelit – belit urusannya oleh pihak Finance itu, begitu juga laporan kami ke aparat kepolisian di Polresta Malang.

“Saya mensinyalir banyak yang terlibat, ikut serta bermain dalam urusan penggelapan mobil jazz tersebut, singgung Karim.

BACA JUGA :   TMMD Reg 103 Batang Tampakan Jati Diri TNI Yang Dekat Dengan Rakyat

Modus kasus penggelapan dan peipuan ini terkesan ada yang merekayasa , dibuat sekenario, “ya namanya sindikat kendaraan, so pasti jagonya mereka melakukan kejahatan, ujarnya.

Saya sudah beberapa kali melakukan klarifikasi terhadap pihak – pihak yang berkaitan dengan modus penggelapan dan penipuan atas kendaraan mobil jazz kami, namun saya dipimpong kesana- kemari mengurusnya.

Kejadian perampasan dan intimidasi yang dilakukan oleh pelaku inisial DC dan kawannya, saat itu di parkiran Indomaret Jalan Raya Tlogomas Malang jam sekitar pukul 18 wib sore, langsung dibawa ke Perusahan si debtcolektor di Malang, tanpa ada surat tanda bukti keterangan pemanggilan 1.2 dan 3, ataupun selembar surat bukti pengambilan unit kendaraan di jalanan, malah saya disuruh menghadap ke kantor leasing. Disitulah saya meminta bantuan ke teman saya bernama Iwan Rubianto, karena dia ternyata satu team sama yang merampas mobil jazz kami..

Kesepakatan yang dibuat, bahwa dia ( Rubianto bersama Yusuf Setiobudi ) akan menolong dana talangan 48 juta untuk keluarkan mobilnya, dan mereka yang mengurusi semuanya sampai beres.

Ternyata, dalam proses perjalananya berbeda konsepnya, justeru kami mendapat kesulitan untuk membayar tunggakan 48 juta tersebut, kesulitan itu, karena dia lah pelaku otak yang melakukan penipuan serta penggelapan mobil jazz ini, sehingga rumah tangga kami juga nyaris hancur oleh karena perbuatan mereka yang sangat lihai memutarbalikkan fakta hingga mengadu domba saya sama isteri saya terangnya.

Itulah kronologis kejadian kasus penipuan dan penggelapan mobil jazz yang penuh permainan para sindikat ini.

Seharusnya pihak Finance paham atau pura – pura tidak tahu aturan Fidusia sesuai UU yang berlaku, seharusnya yang berhak mengambil unit mobil adalah pihak Kejaksaan atas pengaduan pihak lising, bukan pesuruh kolektornya.

BACA JUGA :   Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu Meledak dan Terbakar

Maka dari itu saya tetap ngotot, melanjutkan kasus ini hingga ke Pengadilan, biar semua terbongkar kebusukan para sindikat penggelapan dan penipuan kendaraan di Kota Malang

“Yang penting laporan polisi saya sudah masuk dulu, karena ada nomor registernya, memang penyidik bilang tetap berlanjut kasus yang tersangkut pidana, karena kasus pidana tidak ada kadaluarsa, tetap akan di proses kasus ini” sebut Karim saat meng konfirmasikan, kasus yang di duga kuat ada permainan rekayasa oleh mafia lising dengan Debtcollector, ungkapnya.

Persoalan penipuan dan penggelapan, dikarenakan janji Iwan dan Yusuf menyanggupi menalangkan tunggakan tersebut,satu bulan dulu sebesar 25 juta, seminggu lagi dibayarkan, pas mau dilunasi orangnya kabur bersama mobil jazz.Kejadian ini sudah berjalan selama tiga tahun dan sudah dilaporkan ke pihak aparat Polresta Malang, namun tidak ada tindaklanjutnya atas laporan saya.

“Terkesan persoalan ini, ada permainan antar lising dengan pihak pelaku sementara Kapolri sudah membuat aturan “Presisi”, kalau ada kasus atas dasar laporan warga, segera diproses dan bila ada pelanggaran Pidana segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan serta disidangkan di Pengadilan

‘Laporan ke pihak Polresta Malang Jawa Timur di Jl, Jaksa Agung Suprapto 19 Kota Malang, juga surat pemanggilan bernomor : B/1092/IV/2021/Satreskrim terhadap, YUSUF SETIOBUDI, alamat Desa Catat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, namun hingga saat ini menggantung, ungkapnya.

Perbuatan penipuan dan penggelapan oleh Yusuf Setiobudi membuat kami resah, karena mobil Jazz milik kami yang di bawanya selalu berganti plat nomor, terkadang berplat ” L” Surabaya juga berubah berplat AD Solo, seperti sindikat.ini adalah penipuan dan penggelapan sebagai mana dalam pasal 372 KUHPidana dan atau pasal 378 KUH Pidana. tegasnya

BACA JUGA :   Smk Citra pariwisata Semakin Maju dan Sukses, Berhasil Terpilih Sebagai Penerima Bantuan Dari Ditjenpokasi Kemendikbud Ristek Republik Indonesia.

Ironisnya, laporan yang saya sampaikan ke pihak aparat kepolisian Polresta Malang tak bergeming, terkesan ditutup mata dan telingaPadahal, upaya pihak Polresta Malang sudah dua kali bersurat memanggil pelaku penipuan dan penggelapan pelaku Yusup Setiobudi untuk dimintai keterangan, namun manusia yang satu ini sangat licin seperti belut.

Masalah kasus penggelapan 1 unit kendaraan mobil ini, tidak bisa di SP3 kan, karena ada unsur Pidana dan harus di proses, pelanggaran hukum Yusuf Setiobudi tidak ada kadaluarsanya. bila sudah menjadi catatan pelanggaran hukum, tentunya ada rul aturan, kalau tidak dilakukan “bisa di pra peradlkan karena merugikan konsumen”. Jangan sampai ada oknum Polisi yang kongkalingkong dengan pelaku Yusuf Setiiobudi yang jadi alat untuk melakukan aksi penipuan dan penggelapan. pungkasnya.

Karim Masaid selaku korban berharap dan percaya masih ada polisi yang baik dan konsisten terhadap tugasnya mengayomi dan melindungi rakyat, kasus penggelapan dan penipuan ini sebenarnya sudah lama saya ingin ekspos ke media, namun saya masih berharap dapat diselesaikan atau dimediasi oleh pihak aparat Polresta Malang, tapi malah justeru saya terpimpong hingga saat ini masih mencari keadilan itu.

Pihak Polresta Malang diminta dapat membantu atas laporan warga, bukan dibiarkan begitu saja.Jangan sampai ada oknum Polisi yang berkongkalingkong dengan pelaku Yusuf Setiiobudi yang jadi alat untuk melakukan aksi penipuan dan penggelapan. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here