CILEGON,SJNews.com – Pasca peristiwa pengusiran sejumlah wartawan yang sedang bertugas meliput acara aksi damai yang dilakukan Himpunan Pengusaha lokal Kedung Soka, Selasa (29/06/2021). CEO media www.lugas.net Badiah Sinaga dikabarkan berniat akan mengambil langkah hukum atas peristiwa pengusiran wartawan dengan terlapor oknum Kepala Desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.

Hal itu di ungkapkan ketika Badiah Sinaga hadir mengikuti rapat persiapan Raker JTR di kantor Sekber (sekretariat bersama) JTR

Menurut Badia yang juga Penasehat JTR tindakan pengusiran terhadap wartawan saat meliput tersebut dinilai telah melanggar pasal 18 UU Pers No. 40/1999 yang berbunyi “Bagi mereka yang melakukan pengusiran dan pemukulan terhadap wartawan, yang bersangkutan (si pengusir) dapat dikenakan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Sebenarnya awalnya permintaan kami sederhana, hanya minta oknum kepala Desa Mangunreja untuk membuat vidio klarifikasi permintaan maaf atas sikapnya mengusir wartawan, tapi nyatanya tak digubris sedikitpun.” Pungkasnya.

Terpisah Ketua Himpunan Jurnalis Tangerang Raya Ayu Kartini mendukung penuh langkah hukum yang ditempuh Badia Sinaga apa lagi dirinya bahagian dari keluarga JTR

“Sebagai rekan seprofesi, saya mendukung penuh langkah tersebut. Negara kita adalah negara hukum.Tugas jurnalis itu dilindungi Undang, Undang” ujar Ayu saat dijumpai di Kantor Sekretariat Bersama Sekber (sekretariat bersama) Pemda lama Kota Tangerang Minggu.(4/6/21).

Dirinya mengaku geram mengetahui masih ada saja pejabat publik yang arogan seperti ini, bahkan alergi dengan memusuhi wartawan,
Semestinya salinglah mengetahui Tupoksi kita masing-masing.

“Mengusir wartawan saat meliput kegiatan adalah suatu sikap yang tidak beretika serta melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Agar tak berulang kejadian serupa, sebaiknya pejabat publik mempelajari undang undang tentang Pers agar tidak gagal paham, apa yang menjadi tugas dan fungsi awak media”, tandasnya.(Tim)

BACA JUGA :   Pradi Supriatna : Prihatin Terhadap Pelaku Narkotika Di Depok Masih Berstatus Pelajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here