Diduga Ada Oknum Bermain di BPNT Kec. Pancatengah Tasikmalaya, Ini Jawaban CV Faisal Putra:

JayantaraNews.com/SuaraJabarNews.com, Tasikmalaya

Mengenai Bantuan Sosial Pangan (BSP) Program Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu lalu telah diadakan musyawarah antara para pihak perwakilan perusahaan supplier yang tujuannya untuk diskusi agar ada solusi. Sehingga semua perusahaan komoditi lokal terakomodir dan terberdayakan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Baca: BPNT Kec. Pancatengah Tasikmalaya Kembali diSoal LSM GMBI  https://suarajabarnews.com/2021/07/24/17132/

Cecep, selaku pimpinan dari perusahaan CV Faisal Putra yang diketahui sudah menyuplai komoditi BPNT kurang lebih 2 tahun ini, dirinya secara pribadi sangat legowo untuk berbagi zona wilayah pengiriman di Pancatengah kepada rekan-rekan putra daerah. “Saya mengikuti saja, (abdimah ngiringan wae (sunda-red),” terangnya saat diskusi dengan rekan-rekan putra daerah pada Kamis (22/7/21).

Namun sangat disayangkan, dalam hal tersebut, Cecep tidak bisa menentukannya sendiri karena ada salah satu orang yang seolah-olah dianggapnya segan. “Tapi saya akan berkoordinasi dulu, kalau dia suruh iya, saya juga iya,” tuturnya.

Sementara, Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) KSM Pancatengah, Hakim menegaskan, keputusan itu seharusnya ada di pihak Cecep selaku pimpinan dari perusahaan Cv Faisal Putra. “Oknum orang tersebut kapasitasnya sebagai apa? seakan-akan keputusan segala sesuatunya bagaimana orang itu,” ujarnya saat dimintai tanggapan SuaraJabarNews.com, Minggu (24/7/21).

Kalau seperti demikian, lanjut Hakim, malah semakin memperkuat dugaan adanya permainan oleh oknum tersebut. “Kami akan menelusurinya lebih dalam, dan ini tidak boleh dibiarkan,” tandasnya.

Menurut Hakim, soal BPNT itu bukan bagaimana mendapat job supplay yang banyak, tapi harus lebih ke peningkatan kualitas komoditi semaksimal mungkin. Sebab, BPNT bukanlah proyek, melainkan adalah sebuah program. “Tujuan BPNT itu sudah jelas tertuang di aturan Pedum. Selain itu, kita juga harus melihat di sisi kedaerahan, pengusaha dan komoditi lokal harus terakomodir agar terciptanya pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat daerah, dari kita, oleh kita dan untuk kita,” urainya.

BACA JUGA :   Walikota Depok Instruksikan, Para Camat dan Lurah Segera Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Hakim berharap, persoalan BPNT di wilayah Kecamatan Pancatengah agar segera terselesaikan. “Tidak diharapkan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ringkasnya. (Nana SJN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here