DEPOK, SJNews.com, – Acara Pelantikan ketua dan pengurus Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok hasil Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) di Hotel Bumi Wiyata, Sabtu (29/5/2021) lalu akhirnya dikukuhkan.

Pelantikan pengurus KONI kota Depok masa Bhakti 2021 – 2025 oleh Aan Johana mewakili ketua KONI Jawa Barat, turut dihadiri oleh Walikota Muhammad Idris, Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono, ketua DPRD Depok TM Yusufsyah Putra, Dewa Kehormatan KONI Depok Amri Yusra serta unsur Forkopimda kota Depok juga dilaksanakan secara virtual zoom meeting, sementara peserta yang hadir secara langsung diwajibkan melakukan Sweb Antigen dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker. Pelantikan kepengurusan KONI kota Depok diselenggarakan di Gedung Baleka lantai 10, Jumat (22/8/2021).

Diacara tersebut, Walikota Depok Muhammad Idris dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada pengurus KONI Kota Depok, ia mengatakan, Pelantikan ini di jadikan sebagai even motivasi, karena ketua yang baru pernah menjabat sebagai sekretaris Koni kota Depok, sebagai sekretaris umum dan juga ada beberapa wajah lama, sehingga kepengurusan KONI ini, tentu di jadikan tolak ukur, kerja dulu, kemudian di evaluasi yang akan menjadi pertimbangan di masa yang akan datang.

Walikota Depok juga menyampaikan, dalam porda nanti, target KONI Depok, mereka masuk 10 besar di Porda Jawa barat, karena di lihat kekuatan yang ada semuanya yang masuk sudah di kualifikasi, hampir rata – rata cabang olahraga perorangan ini sudah dapat di hitung, kira kira seperti itu, terang Idris.

Kalau dilihat dinastinya KONI,
pertama kejuaraan cabang olahraga atlit kota Depok cukup membanggakan, karena mereka selalu juara di Provinsi Jawa barat, seperti kejuaran bilyard catur dan juga beladiri karate dan sebagainya. Jadi lanjut Idris, di 3 cabor inilah yang akan menjadi andalan di Porda Jawa barat nanti.

BACA JUGA :   Tahura Pancoranmas Depok Akan Ditata Menjadi Kawasaan Konservasi dan Budidaya

Masih katanya Idris, kemaren yang masuk kualifikasi tim putri, dan soal perkembangan sepakbola saya tidak tahu seperti apa, kemungkinan kejuaran sepakbola akan di undur di bulan September, begitupun cabor futsal, ini juga kita tidak tahu kalau perkembangan nya seperti apa, meski mereka ke sedikit down namun tetap harus semangat harap Walikota Depok.

Heri Supriyanto ketua KONI Kota Depok masa bhkati 2021 – 2025 saat diwawancara wartawan secara doorstop menuturkan, dengan telah dilantik serta dikukuhkan ke pengurusan koni kota Depok inj, kita segera akan menyusun program kedepan untuk menghadapi Porda Jawa Barat, tentunya ada program prioritas, umbarnya.

Sebab kata Heri, posisi KONI Depok saat ini, sedang dalam perjalanan dipertengahan, meski kita terbelakang di kualifikasi Porda ujarnya.

Program KONI Depok untuk skala prioritas, tentu program yang lama musti juga kita lakukan, karena program yang lama itu sudah mendapat kajian – kajian untuk mencapai prestasi ketika menghadapi Porda.

Tapi disisi lain kita juga membuat program baru yaitu, untuk mendampingi atlit yang dipersiapkan untuk porda Jabar tentunya ditahun 2026 bisa di pakai dan jauh hari sebelumnya tentu kita sudah mensiasati, lanjutnya.

Untuk itu terang heri, dalam pembinaan olahraga nanti, tidak bisa lagi show time atau tidak bisa jangka pendek, karena berlatihnya 5 tahun, potensi olahraga di jawa barat itu sangat luar biasa prestasinya.

Kalau kita udah juara di jawa barat, berarti kita udah bisa mengikuti ke tingkat nasional, karena Jawa barat itu merupakan ukuran untuk prestasi tingkat nasional.

Heri juga ungkapkan hasil capaian prestasi atlit kota Depok pada tahun 2018 adalah olahraga terjun payung, dari 4 nomor itu, semua ke empat-empatnya kita ambil semua medali emasnya, dan menjadi ikon.

BACA JUGA :   Ditreskrimsus Polda Metro Ringkus Sindikat Pemalsu Ratusan Tabung Oksigen

Begitu juga cabang Tae Kwon do, ada atlit kita yang sebenarnya sudah disiapkan untuk ikut di olimpiade, namun dikarenakan ada kesalahan teknis dari PB, sehingga mereka tidak terdaftar, padahal mereka sudah ada di Duha, walau tak ikut kejuaran di olimpiade, mereka tetap ada di tim pelatnas Asean Game.

” potensi atlit – atlit olahraga di kota Depok secara menyeluruh hampir merata’, pungkasnya.

Menurut Heri, atlit – atlit olahraga yang berprestasi, seperti cabang terjun payung, cabor game online, bilyard, karate, Tae Kwon do, kempo, sepak takraw dan cabang olahraga lainnya juga banyak yang potensi untuk berkembang maju.

Untuk itulah target kita adalah 10 besar di porda Jabar nanti, apalagi untuk ukuran kota Depok yang baru seumur jagung ini, dibandingkan dengan kota Bogor yang memiliki pelatih sudah berpuluh tahun sudah ada, bukan berarti kita tidak mampu, tentu hal ini tidaklah segampang membalikan telapak tangan, meski SDM pelatih kita sudah ada, hanya tinggal mensosialisasikan saja, dan kita hanya menata pembinaan fondasi dan itupun cukup memakan waktu panjang.

Dari 41 Cabor yang Berprestasi.

Kalau kita berpedoman pada hasil porda, memang sudah bisa lihat atlit yang berprestasi, namun, dengan bermunculan cabor yang dulu tidak berprestasi malahan sekarang justeru bermunculan progresnya malahan lebih bagus, seperti sepak takraw, karena pada saat sparing dengan juara Jawa barat juga mereka bisa mengimbangi tim nasional.

Artinya dengan suasana yang kondusif seperti ini justeru mereka memacukan dirinya untuk menunjukkan prestasi, karena biar bagaimanapun KONI dalam memberikan biaya untuk pembinaan potensi olahraga, tergantung dari kemampuan atlit itu sendiri, dan bagaimana kemampuan mereka menorehkan prestasi tersebut, tutup Heri. (BenGer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here