DAERAH, SJNews.com,- Beredar berita viral di media online terkait tuduhan Pencurian dilahan sendiri terhadap seorang petani A/n Gusman warga Desa Koroasu, Kecamatan Mori, Kabupaten Morowali mendapat perhatan serius oleh kalangan nitizen.

Hal itu, berkaitan dengan aturan hukum yang tidak adil atau sewenang – wenang pihak PT Agro Nusantara Abadi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Tim Advokat dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) memastikan akan mendampingi keluarga Gusman untuk memperjuangkan hak-haknya.

Keluarga Gusman tinggal di Desa Koroasu, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.

Gusman adalah seorang petani yang ditahan karena dituduh mencuri buah sawit di lahan miliknya sendiri.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Posbakum PWRI, Rohmat Selamat SH MKn, Sabtu (4/9/2021 di Jakarta,

“Saya sudah mengunjungi keluarga Gusman, di Desa Koroasu, Kecamatan Mori atas, Kabupaten Morowali Utara, pada Jumat, 3 September 2021,” kata Rohmat Selamat.

Selain Rohmat Selamat, kami dari tim advokat Posbakum PWRI yang turut mendampingi adalah Advokat Rubby Falahadi, SH dan Advokat Ahmad Muhibbulah, SH.

Seperti di kutip hallo.id, Rohmat Selamat mengatakan, pihaknya sudah memahami persoalan yang dihadapi petani Gusman dengan pihak korporasi yang menudingnya pencuri.

Bahwa kasus ini, yang seharusnya bukan perkara yang harus dipidanakan, namun perkara perdata sengketa lahan.

Semestinya pihak PT ANA (Agro Nusa Abadi) menunjukan bukti kepemilikan atas lahan tanah tersebut kepada masyarakat,” kata Rohmat Selamat.

“Masyarakat, termasuk petani Gusman juga memiliki alas hak atas atas tanah lahan tersebut, buktinya juga ada,” dalam keterangan tertulisnya.

Karena itu demi memperjuangkan kebenaran dan membela hak-hak rakyat kecil, Posbakum PWRI akan berjuang dan berkolaborasi dengan semua konstituen hukum dan pers untuk bergerak bersama, memperjuangkan hak petani yang terzolimi oleh kekuasaan.

BACA JUGA :   Menteri Perhubungan Turba, Antisipasi Kecelakaan Lalu Lintas Arus Balik Lebaran

“Kami akan bawa kasus ini kepada Komnas HAM, ada persoalan hak yang diabaikan di sini,” kata Rohmat Selamat serius.

Bukan itu saja, Posbakum PWRI juga akan membawa kasus ini kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk mendapatkan solusi terbaik untuk rakyat yang selama ini di hantui pelanggaran hukum oleh oknum pemilik kepentingan usaha.

Termasuk Mabes Polri, Indonesia Police Watch, Ombudsman RI, Kemenkumhan RI. Bahkan, untuk senjata pamungkas, Presiden Jokowi akan disurati secara terbuka melalui semua media.

Sementara itu petani Gusman mengungkapkan, bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan pencurian seperti yang dituduhkan terhadap dirinya.

“Bahwa apa saja, yang ada di atas lahan saya, itu milik saya dan perlu saya tegaskan di sini saya tidak mencuri,” ungkap Gusman dengan berlogika hukum yang benar.

Dia beralasan buah sawit yang diambil itu karena tanaman tersebut berada di atas lahan miliknya, jangankan buah, daunnya saja bila masuk kepekarangan lahan milik orang lain bisa di marahi, ketusnya.

“Saya buktikan yang mana lahan tersebut memiliki surat-surat tanah, PBB nya lengkap ada,” ungkap Gusman, pada Jumat 3 September 2021.

Menilik dari ungkapan seorang petani yang menuntut haknya, pihak APH harusnya belajar rasa kebangsaan dan taat terhadap UU 1945 dan Pancasila, bukan asal mendakwa ataupun menahan, sebab warga kecil takan bisa lari ke luar Negeri seperti para koruptor kakap lainnya. Hukum harus adil, karena pihak PT ANA juga dipertanyakan pembayaran Pajak Bumi Bangunan atas nama milik siapa. dilahan yang ditudingkan terhadap Gusman tersebut. (Solidaritas Pers/by)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here