PERISTIWA

Kecam Penangkapan Ketum PPWI Oleh Polres Lampung Timur Dengan Cara Represif

DAERAH, SJNews.com,- Terjadi lagi Kriminalisasi Pers yang kali ini justeru dilakukan oleh aparat kepolisian wilayah hukum Polres Lampung Timur dan jajarannya,

Sebagai solidaritas wartawan, kami sangat apresiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan Restorative Justice dengan membuat “PRESISI” atau disingkat Prediktif, Responbility, Transparansi yang Berkeadilan dalam hal Pelayanan dari Kepolisian agar lebih ter integrasi, modern, mudah dan cepat.

Namun Visi Presisi tersebut di ciderai insiden penangkapan ketua umum Wilson Lalengke oleh oknum Kepolisian Polres Lampung Timur bersama jajarannya.

Penangkapan Wilson Lalengke sudah pasti otomatis ada aksi dan reaksi, hal spontanitas ini bentuk manusiawi.

Mulai dari persoalan kasus Muhamad Indra yang menayangkan berita perselingkuhan di suruh mencabut di bayar dengan uang Rp 3.O00 dan pembelaan Wilson Lalengke ketum PPWI seharusnya menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara koonprehensif bukan represif seperti menangkap buronan teroris atau bandar narkoba sebagai kriminal berat, bila melawan saat ditangkap akan ditembak.

Masalah karangan bunga yang dipasang oleh warga dengan tujuan mengapresiasi pihak kepolisian Lampung Timur di rubuhkan oleh Wilson Lalengke adalah bentuk emosional, karena dinilai telah menciderai proses hukum Muhammad Indra pada Jumat (11/3-2022),

Saat Wilson didampingi masyarakat dan para pewarta mendatangi Polres Lampung Timur, tujuannya untuk menemui Kapolres guna klarifikasi dan konfirmasi mengapa dan bagaimana penanganan kasus anak buah nya, itupun Kapolres tak bisa ditemui,

BACA JUGA :   PK II MA No 815 Kekuatan Ahli Waris Meminta Ganti Rugi Atas Haknya Di Lahan Perum Pati Jatikarya

Sehingga ia (Wilson) kemudian menurunkan karangan bunga yang bertuliskan, ” selamat buat pihak polisi atas penangkapan oknum wartawan”.

Kalau yang mengantar karangan bunga mengaku tokoh adat, tentu harus beradat dan beradab, bukan membela kesalahan kasus perselingkuhan dan ditemukan oleh wartawan kemudian menyuruh oknum aparat kepolisian Polres Lampung Timur untuk menangkap wartawan Muhammad Indra dan menangkap ketum PPWI Wilson Lalengke.

Polisi itu di atur oleh UU Nomor 2 tahun 2002, menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan Wartawan di atur oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tidak seperti itu tujuannya, fungsi pers adalah pengawas, penghiburan dan mencerdaskan bangsa.

Untuk itu, kami meminta pak Wilson Lalengke ketum PPWI dibebaskan dan memeriksa oknum Polres Lampung Timur serta jajaran yang di duga aksi penangkapan menggunakan cara – cara diluar kewenangan institusi kepolisian. Dan kasus ini tentu akan dinilai publik atas bobroknya mental oknum di Polres Lampung Timur bersama jajarannya. (Tim Mengulas Fakta Menjadi Berita)

baca juga

Jalan Raya Sindang Jaya Rusak Parah, Perlu Segera Diperbaiki

Ade Darmansyah

Menteri PPPA Salut Terhadap Pemkot Depok Atasi Kasus Asusila Anak Dibawah Umur

Ade Darmansyah

Ketua BPOM Penny K Lukito melalui konferensi pers, Kopi Saset yang Ditemukan BPOM Mengandung Paracetamol dan Sildenafil

Ade Darmansyah