Uncategorized

Disdik Depok Sosialisasi Kurikulum Merdeka ke Sekolah Dasar

DEPOK, SJNews.com,- Dinas Pendidikan Kota Depok melalui Bidang Kurikulum Sekolah Dasar melakukan roadshow Sosialisasi Kurikulum Merdeka ke seluruh satuan pendidikan jenjang sekolah Dasar di 11 Kecamatan.

Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Syahril Simamora mengatakan sosialisasi Kurikulum Merdeka ini diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah Dasar negeri dan Swasta.

“Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 6 April hingga 13 April 2022. Tanggal 6 april, di Kecamatan Sukmajaya dan Cilodong,  Tanggal 7 di Kecamatan Cimanggis dan Tapos, kemudian tanggal 8 di Kecamatan Beji, Cinere dan Limo, lalu tanggal 11 April di Kecamatan Pancoranmas dan Cipayung, dan terakhir tanggal 13 April, di Kecamatan Bojongsari dan Sawangan,” ujarnya.

Syahril mengatakan, Kurikulum Merdeka ini memberikan keleluasaan kepada peserta didik, guru dan sekolah dalam mengembangkan rencana pembelajarannya, yang diharapkan dapat menjadi media edukatif, transformasif yang mana pembelajarannya lebih relevan dan interaktif.

Sementara itu, Pengawas SD Kecamatan Bojongsari, Yaya Sarya yang ditemui awak media usai sosialisasi di SDN Bojongsari 1 mengatakan bahwa pemerintah punya kebijakan dengan penerapan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran dimasa pandemi.

“Tadi yang disampaikan dalam pembukaannya oleh Kasie Kurikulum, Pak Syahril Simamora kepada sekolah, ada  opsi-opsi yang dapat dipilih oleh sekolah. Pertama, sekolah boleh memilih Kurikulum 2013, kedua Kurikulum Darurat yang disederhanakan, dan ketiga Kurikulum Merdeka,” ujar Yaya Sarya didampingi Ety Rohayati, dan Wagiran. Dikutip Rabu (13/04/22).

Kemudian lanjut Yaya, untuk Kurikulum Merdeka ini, ada tiga opsi pilihan dalam pelaksanaan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) untuk sekolah, sesuai dengan kesiapan dan kondisi di sekolah masing-masing. Dimana sekolah bisa memilih opsi Kurikulum Merdeka. Pertama, mandiri belajar, kedua mandiri berubah, dan ketiga, mandiri berbagi

BACA JUGA :   Brigjen Junior Tumilaar tetap Tegar, Meski Bersalah Bela Warga Bojongkoneng

Untuk memilih implementasi tersebut sekolah wajib mengisi link yang sudah disiapkan oleh Kemdikbud. Jadi diharapkan kalau sekolah itu sudah siap tentunya kesiapannya ini dari dilihat dari berbagai hal. Termasuk kompetensi dari kepseknya, gurunya, dan kolaborasi dengan pihak pihak terkait yang ada di sekolah masing-masing.

Diharapkan untuk tahun 2022-2023 secara bertahap Kurikulum Merdeka bisa terlaksana disekolah. Untuk tahun pertama, kelas 1 dan kelas 4,  tahun berikutnya kelas 2 dan 5. Kemudian di tahun terakhir semua kelas. kelas 1, 2,3, 4, 5, dan 6.

“Jadi nanti di tahun 2024 semua sekolah sudah bisa melaksanakan Kurikulum Merdeka. Untuk sekarang ini baru tahap sosialisasi kepada kepsek sebagai manager disekolah,” sebut nya Yaya Sarya.

Dia enambahkan, dalam persiapan IKM ini, sekolah, kepala sekolah, guru dan juga siswanya harus memiliki akun belajar. Jadi nanti untuk materi-materi dan kebijakan-kebijakan yang kaitannya dengan Kurikulum Merdeka bisa link di dalam akun belajar tersebut.

Untuk Depok sendiri, lanjut Yaya, sekolah-sekolah sudah melaksanakan Kurikulum Darurat, tapi karena ada kebijakan baru dengan adanya Kurikulum Merdeka ini secara bertahap pelaksanaannya ajan diberikan tiga opsi tadi. (By)

baca juga

WADAS, Membongkar Topeng Jahat Pemimpin Pencitraan

Ade Darmansyah

Saatnya Revolusi Pers Indonesia Untuk Menuju Perubahan yang Lebih Baik

Ade Darmansyah

DPR : Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Perlu Di Bahas Kembali

Ade Darmansyah