PENDIDIKAN

Siswi SD Negri 3 Ratu Jaya, Kota Depok Alami Trauma

DEPOK, SJNews.com,- Telah terjadi traumatis terhadap siswi SD Negri 3 Ratu Jaya, Citayam inisial JAN yang mengalami pembulian dari teman sekelasnya.

Berikut kejadian pembulian terhadap siswi SD Negri 3 Ratu Jaya, kelas II, inisial JAN usia 8 tahun

Peristiwa siswi JAN ingin mau nyamperin tulisan di papan tulis saat guru sedang keluar kelas mengambil air.

Siswi JAN bukunya diambil oleh teman kelas, dia jalan sedikit berlari, tiba – tiba kaki JAN di sengkat sehingga jatuh dengan posisi jinjit atau berlutut.

Setelah beberapa hari kemudian, JAN belum merasa sakit, dia takut memberi tahu kepada orang tua, setelah itu, barulah ketahuan ketika JAN berjalan merangkak sambil memegang tembok menahan rasa sakit di kakinya.

Saat ketahuan dan di bujuk oleh opanya soal derita yang dialaminya, barulah dia mengaku bahwa dirinya telah di perlakukan pembulian terhadap teman kelasnya.

Ironisnya lagi, surat ronsen dari dokter hasil pemeriksaan di pegang oleh pihak sekolah (guru), katanya mau di serahkan ke orang tua siswa.

Kami sudah tujuh kali melakukan terapi, membawa ke tukang urut Cimande di Citayam, namun belum juga bisa jalan hingga satu bulan.

BACA JUGA :   Walikota Depok Resmikan Sekolah Anti Korupsi di SMAN 6 Depok

Sekolahnya bertanggungjawab untuk pengobatan, tetapi pihak orang tua si pelaku (siswa) lepas tangan, kata JON saat ditemui awak media ini dikediamannya, di jalan Taman Jaya, No, 19, RT, 04/01 Cipayung, Jumat, (2/12/2022

Dikatakan Frits Toni (35) selaku orang tua siswi JAN (8) berharap anaknya sehat kembali dan bisa sekolah.

Sementara, JON selaku kakek siswi, JAN mengatakan, pihak sekolah sudah memberikan biaya pengobatan, gurunya ngasih 200 ribu, guru agama 300 ribu, biaya ronsen saya tidak tahu jumlahnya.

Janji mau datang, pihak Dinas Pendidikan ingin menjenguk kerumah saya ( orang tua siswi ), hingga saat ini belum juga datang, herannya.

JON kuatir cucunya cidera fatal, dan psikologis cucu jadi rusak, karena malu masuk sekolah, pasalnya sudah sebulan lebih cucunya tidak bisa jalan dan berdiri.

Ia juga mengeluhkan atas kejadian yang menimpa cucunya yang trauma masuk sekolah dan berharap kejadian pembulian ini tidak terulang lagi terhadap siswa / siswi di kota layak anak ini. (Bg)

baca juga

Kadisdik Kabupaten Bogor Buka Guru Penggerak Sekolah, Sarankan Setiap tanggal 14, Siswa Wajib Pakai Baju Pramuka

Yeni

Lomba Ketrampilan Baris-bebaris Presisi Tingkat SMP se-Jabodetabek 2022.

Yeni

Kadisdik Jabar Rapat Uji Publik Internal PPDB SMA/SMK/SLB 2022, PPDB Jangan Melanggar Sistem Utamakan Rakyat Miskin Sekolah

Yeni