DAERAH, Suara Jabar News Com — Prinsip “tuan rumah tidak berunding dengan maling” yang dicetuskan tokoh revolusioner Tan Malaka kembali digaungkan. Kini prinsip itu dijadikan cermin dalam membangun Papua yang damai dan adil.
Hal itu disampaikan Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Sabtu (19/7/2026).
Butuh Orang Jujur dan Berintegritas
Menurut Theo, Papua saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang berani bekerja jujur, menjunjung tinggi integritas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kejujuran bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi utama untuk membangun kepercayaan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan,” tegasnya.
Berdiri Di Atas Fakta
Theo menegaskan dirinya memilih tetap berdiri di atas fakta dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Fakta tidak boleh diubah, dikurangi, ataupun ditambah demi memenuhi kepentingan siapa pun. Integritas menuntut keberanian untuk menyampaikan kenyataan sebagaimana adanya, meskipun tidak selalu menyenangkan,” ujarnya.
Ia sadar jalan jujur tidak mudah. Ada tekanan untuk mengubah fakta, kritik, kehilangan dukungan, bahkan fitnah.
“Namun, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kebenaran,” kata Theo.
Kepercayaan Dibangun Lewat Konsistensi
Bagi Theo, kepercayaan masyarakat tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari konsistensi sikap dan tindakan.
“Orang yang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab akan lebih mudah memperoleh kepercayaan karena masyarakat dapat menilai integritasnya dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Ia juga mengajak semua pihak menyelesaikan perbedaan dengan kepala dingin. Dialog, klarifikasi, mediasi, atau jalur hukum harus dikedepankan.
“Menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau melakukan provokasi hanya akan memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Komitmen YKKMP
Sebagai Direktur Eksekutif YKKMP, Theo menegaskan komitmen lembaganya bekerja berdasarkan fakta, menjunjung prinsip kemanusiaan, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
“Bagi saya, bekerja dengan jujur bukan hanya tanggung jawab kepada masyarakat, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan,” tutupnya.
“Kejujuran adalah dasar kepercayaan. Integritas adalah kekuatan. Fakta adalah pijakan menuju keadilan dan perdamaian.” (**)
