DEPOK, Suara Jabar News Com – Isu mengenai kualitas pekerjaan jalan di kawasan Sawangan Permai, Depok, yang disebut-sebut retak dan dikerjakan asal-asalan (tambal sulam), mendapat klarifikasi dari warga setempat.
Yudi Amir, warga Depok, membantah tudingan bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai standar. Ia menegaskan bahwa proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Theresia Putri Permata (TPP) dengan PT Raditya Triyasa sebagai konsultan supervisi, sejatinya telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Menurut Yudi, kerusakan yang terlihat di lapangan, seperti retakan atau kondisi jalan yang belum sempurna, lebih disebabkan oleh faktor teknis dan perilaku pengguna jalan, bukan kualitas material.
“Mengenai ada jalan yang belum dicor itu soal teknis di lapangan, begitu juga soal retak dan tambal sulam. Kalau pengaspalan atau pengecorannya belum selesai lalu dibuka untuk lalu lintas umum, jalannya pasti rusaklah,” ujar Yudi kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Yudi mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terburu-buru menghukum pihak kontraktor. Ia meyakini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok akan segera mengambil tindakan atas kerusakan yang terjadi akibat penggunaan jalan yang belum waktunya bisa digunakan, tapi segera akan di perbaiki imbuhnya.
“Kita kasih kesempatan kepada Dinas PUPR Kota Depok bersama para kepala bidangnya masing-masing untuk meninjau proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh pihak kontraktor. Yang rusak karena sudah dibuka sebelum waktunya, segera diperbaiki.dan.masyarakat di harap bersabar, imbuhnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Depok terkait rencana peninjauan dan perbaikan jalan ini belum mendapat balasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pejabat tersebut sedang menjalani rapat internal. (Bg)
