NASIONAL

Berita Duka Cita, Maestro Musik dan Budayawan Bangsa, Guruh Soekarnoputra, Berpulang ke Rahmatullah di Usia 73 Tahun

JAKARTA, Suara Jabar News. Com – Awan duka menyelimuti keluarga besar Proklamator RI dan dunia seni tanah air. Seniman, budayawan, serta musisi legendaris Indonesia, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Soekarno, telah berpulang ke Rahmatullah.

Guruh menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Ia wafat di usia 73 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Keluarga Besar Soekarno pada Sabtu pagi.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, putra bungsu Ir. Soekarno ini memang dikabarkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri di ruang perawatan intensif.

Keponakannya, Didi Mahardika, pada Kamis (24/9/2026) lalu menginformasikan bahwa Guruh telah menderita sakit sejak setahun terakhir.

Almarhum sempat dirawat selama empat minggu di RS Medistra Jakarta sebelum akhirnya dirujuk ke Siloam Semanggi.

Mengingat posisi dan jasa-jasanya bagi bangsa, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan perhatian khusus dan meminta agar tim medis menangani Guruh secara intensif sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada sang budayawan nasional.

BACA JUGA :   Mudik Ceria, Penuh Makna, Kemenhub Luncurkan Slogan Angkutan Lebaran 2024

Guruh Soekarnoputra bukan hanya dikenang sebagai putra bungsu Bung Karno atau adik dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Namanya terukir emas sebagai maestro yang mewarnai sejarah dan fondasi musik pop serta budaya Indonesia.

Sebagai pendiri Swara Mahardhika dan pelopor Guruh Gipsy, ia melahirkan karya-karya abadi yang melintasi zaman. Lagu-lagu ciptaannya seperti Gita Cinta dari SMA, Galih dan Ratna, Melati Suci, Kala Cinta Menggoda, Zamrud Khatulistiwa, Chopin Larung, hingga Puspa Indah Taman Hati akan terus hidup, menginspirasi, dan didengar oleh lintas generasi.

Saat ini, jenazah almarhum telah dipulangkan ke rumah duka di:
Jl. Sriwijaya Raya No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selamat jalan, Maestro. Dedikasimu pada seni dan budaya bangsa tidak akan pernah terlupakan. Karyamu akan abadi sepanjang masa. ( Redaksi )

baca juga

Draft RUU Jurnalistik Investigasi, Dinilai Ancam Kebebasan Pers.

Yeni

Menteri ATR/ BPN yang Baru Dinilai Mampu Bersihkan Mafia Tanah

Yeni

SMSI Minta Dewan Pers Jadi Fasilitator, Jaga Etika Tanpa Bebani Media Kecil

Yeni