PERISTIWA

Trotoar Secawan Amblas, Dana APBD Miliaran Ikut ‘Tenggelam’

DEPOK, Suara Jabar News – Bayangkan Anda sedang berjalan santai di trotoar kota, namun tiba-tiba tanah di bawah kaki Anda ambles dan menganga. Itulah mimpi buruk yang setiap hari harus dihadapi warga dan pejalan kaki di Simpang Sengon, Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas, Depok.

Namun, di balik retakan beton yang membesar, ada misteri yang jauh lebih meresahkan: ke mana hilangnya dana rakyat senilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi obat bagi luka kota ini.

Hingga Jumat (9/10/2026) ini, trotoar Secawan yang amblas tak kunjung disentuh tangan manusia. Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan fakta yang mencengangkan. Jika pada Mei 2026 lalu “luka” tersebut hanya sepanjang 50 meter, kini pada Oktober 2026, amblesannya telah merembet dan memanjang menjadi 150 meter!

Bagi warga yang setiap hari melintas, pemandangan ini bukan sekadar soal estetika kota, melainkan soal nyawa dan keselamatan. Namun, alih-alih datang alat berat dan tukang, lokasi tersebut justru sunyi senyap.

Uang Sudah Ada, Pemenang Sudah Ditunjuk, Tapi Kok Kosong dilapangan

Fakta di lapangan ini seolah menampar keras janji-janji manis perbaikan. Padahal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok sejatinya sudah mengantongi juru selamat. Melalui mekanisme Mini Kompetisi (Minkom), pemenang lelang untuk pekerjaan fisik “Keperluan Mendesak Penurapan Kali Cabang Tengah, Secawan” sudah ditentukan sejak sebulan lalu.

“Sudah ada pemenangnya di Minkom. Kode perusahaannya RA*** CI*** TE***. Nilai penawarannya Rp1.397.878.378, dari nilai HPS Rp1,6 miliar,” buka D, seorang kontraktor lokal Depok yang enggan disebut nama lengkapnya, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/10/2026).

Kalau sudah disiapkan anggaran perbaikan mengapa masih terbengkalai trotowar Secawan.

Kekecewaan Warga dan Menjadi Tanda Tanya Besar, Kenapa Belum ada Pekerjaan, Perbaikan ?.

Hal ini memicu ledakan kekecewaan dari Ketua LSM Monitoring Investigasi Transparansi (Mitra), Ivan M, S.H. Bagi Ivan, keterlambatan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

“Saat kami ingin mengkonfirmasi terkait pekerjaan yang menelan anggaran miliaran ini, pihak pelaksana seolah menghilang. Tidak bisa ditemukan,” ucap Ivan dengan nada kesal, Selasa (6/10/2026) lalu.

BACA JUGA :   Gawat, Kadis Kominfo Lampung Timur Diduga Gelapkan Uang Negara Miliaran Rupiah

Ivan bahkan menyoroti pernyataan Wali Kota Depok, Supian Suri, yang sebelumnya optimis mengatakan, “Mudah-mudahan bukan Agustus 2026 sudah bisa dilaksanakan perbaikannya.”

“Faktanya, Ini sudah pertengahan Oktober 2026, perbaikan tak kunjung dikerjakan. Ada apa ini ” tanya Ivan.

Dugaan “Main Api” di Lingkaran DPUPR Kota Depok

Berdasarkan hasil penelusuran LSM Mitra, total pagu untuk keperluan mendesak ini sangat fantastis. Selain fisik senilai Rp1,6 miliar, ada anggaran Perencanaan Teknis (DED) sebesar Rp98,9 juta, dan Konsultan Pengawas senilai Rp94,9 juta. Totalnya, ratusan juta hingga miliaran rupiah uang APBD sedang “menganggur” di atas tanah yang ambles.

Mencuat dugaan kuat, ada indikasi upaya dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Depok, Rizwan Nurahim, yang diduga menghambat atau memperlambat kontraktor pemenang proyek untuk segera turun ke lapangan.

“Siapa yang diuntungkan dari keterlambatan ini? Kenapa pemenang lelang dibiarkan menunggu” desak Ivan.

Ultimatum Keras LSM Akan: Laporkan ke KPK

Di tengah sunyinya lokasi proyek, sebuah video pernyataan dari LSM yang viral tuk tok di kalangan pengamat publik Depok menjadi soritin tajam warga. Dalam video tersebut, perwakilan LSM dengan nada bergetar menahan emosi memberikan ultimatum keras kepada sang pemborong.

“Pemborong harus bertanggung jawab! Jangan cuma mau untung saja. Ini uang negara, uang rakyat yang keringatnya diperas dengan hasil dari pajak untuk membangun kota. Kalau tidak mau tanggung jawab, kami akan laporkan ke KPK dan mendesak di Penjarakan karena ada dugaan korupsi merugikan uang negara” tegasnya dalam rekaman video tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari PPK DPUPR Kota Depok maupun kontraktor pemenang lelang terkait “hilangnya” mereka dari lokasi proyek Secawan.

Akankah lubang raksasa di Secawan ini terus menganga menelan kesabaran warga? Atau tangan dingin KPK yang akan datang untuk “menambal” kebocoran anggaran yang ikut amblas bersama trotoar. Kita nantikan kelanjutan kisah misteri ini. (Redaksi)

baca juga

Penyerobotan Tanah Warga Dijadikan Proyek Turap Diperbatasan Kabupaten Bogor – Kota Depok

Yeni

Jalan Raya Sindang Jaya Rusak Parah, Perlu Segera Diperbaiki

Yeni

Rudi Samin Akan Turunkan 1000 Masa Lagi, Demo JNE Ekpres

Yeni