SEPAK BOLA, Suara Jabar News – Pertunjukan dramatis tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam.
Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand hingga babak tambahan waktu, dan berhasil menang 4-2 dalam adu penalti yang menegangkan.
Pertandingan final yang berlangsung sengit sejak peluit awal ini menjadi ujian mental terbesar bagi Skuad Garuda. Kedua tim saling serang dan menciptakan peluang, namun pertahanan yang solid dari kedua kubu membuat skor 1-1 bertahan hingga 90 menit babak normal berakhir.
Drama Babak Tambahan. Sempat Tertinggal, Baggott Jadi Pahlawan
Memasuki babak tambahan waktu (extra time), tensi pertandingan semakin memanas. Thailand sempat mengambil inisiatif dan memberikan tekanan berat. Pada menit ke-111, Chamsare Peeradol berhasil membobol gawang Indonesia, mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan sementara “Gajah Perang”.
Namun, mental juara Timnas Garuda menukik menyambar sasaran. Lima menit menjelang babak tambahan berakhir, keajaiban terjadi. Elkan Baggott berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116. Gol spektakuler ini tidak lepas dari peran Rizky Ridho yang, meski berposisi sebagai bek, tampil heroik memberikan umpan assist matang dalam proses terciptanya gol tersebut.
Hingga peluit panjang menit ke-120 dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 2-2 memaksa pemenang ditentukan melalui drama adu penalti.
Drama Titik Putih. Eksekusi dingin dan penyelamatan ajaib Audero
dalam adu penalti yang mencekam, Skuad Garuda tampil jauh lebih tenang dan fokus.
Berikut jalannya eksekusi penalti yang berujung pada sejarah.
Ronde 1: Kevin Diks melangkah pertama untuk Indonesia dan sukses mengeksekusi dengan dingin. Thailand membalas lewat Bhir Manuel yang juga tidak gagal. (Skor 1-1)
Ronde 2: Dean James kembali menambah keunggulan Indonesia. Namun, Thailand sempat membuat jantung pendukung Garuda berdegup kencang ketika tendangan Sarach Yooyen membentur tiang kiri gawang! (Skor 2-1)
Ronde 3: Elkan Baggott, pahlawan extra time, kembali tampil dingin dan mencetak gol. Thailand merespons lewat Waris Choolthong yang sukses menyamakan kedudukan sementara. (Skor 3-2)
Ronde ke 4: Giliran penendang keempat Indonesia (Marselino Ferdinan) yang sukses menjalankan tugas, membawa skor menjadi 4-2.
Thailand kini dalam posisi terdesak dan wajib mencetak gol untuk memperpanjang laga.
Sayriya Nattapong melangkah sebagai penendang terakhir Thailand. Di sinilah momen magis terjadi. Penjaga gawang Indonesia, Emil Audero, membaca arah tendangan dengan sempurna dan berhasil menepis bola ke sisi kiri gawang.
Penyelamatan brilian Audero tersebut langsung memastikan kemenangan Indonesia dengan skor akhir 4-2 dalam adu penalti, sekaligus meledakkan euforia di seluruh penjuru SUGBK.
Erick Thohir akui tim Thailand sangat kuat, tapi apresiasi buat tim Garuda mental Juara, Pandangan ke Piala Asia
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Indonesia atas Thailand di laga puncak, setelah empat kali pertemuan sebelumnya di momen krusial selalu berakhir dengan hasil yang kurang menguntungkan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengakui kualitas lawan namun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain. “Thailand adalah tim dengan kualitas individu dan taktik yang sangat kuat. Namun, malam ini anak-anak kita menunjukkan mental baja dan semangat pantang menyerah. Ini adalah kado terindah untuk rakyat Indonesia,” ujar Erick Thohir kepada wartawan.
Di bawah arahan Pelatih Kepala John Herdman, Timnas Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi taktik maupun peringkat FIFA. Kemenangan bersejarah pada 5 Oktober 2026 ini menjadi modal psikologis yang luar biasa.
Tahun depan, Skuad Garuda akan menghadapi tantangan yang lebih berat di Piala Asia, di mana mereka dijadwalkan akan melawan raksasa sepak bola Asia, Jepang. Namun, dengan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 yang kini telah berada di tangan, keyakinan bahwa Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Asia semakin membara. (**)
