PERISTIWA

Akibat Hujan Deras Angin Kencang, Kota Bogor Dilanda Bencana

BOGOR, SJNews.com, — Bencana alam, Kota Bogor dilanda hujan deras dan angin kencang pada Selasa (11/10/2022) sore. Akibatnya hujan deras, ada 21 titik di Kota Bogor mengalami bencana alam seperti banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, menyebutkan, 21 bencana alam tersebut berupa tujuh pohon tumbang, delapan titik tanah longsor, tiga titik banjir lintasan, dan tiga atap rumah terbawa angin. Salah satu di antaranya seorang pengendara motor terseret arus banjir lintasan dan hilang masuk ke dalam gorong-gorong.

“Total bencana ada 21. Longsor, banjir, pohon tumbang, ditambah angin puting beliung,” bebernya Teo, Rabu (12/10/22.

Teo menyebutkan, dari 21 titik tersebut kejadian paling parah yakni di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dimana terjadi longsor yang menyebabkan tiga orang tertimbun, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Ia katakan bahwa banjir lintasan di Jalan Dadali, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menyebabkan satu orang terseret arus dan hilang masuk ke dalam gorong-gorong. Diketahui, gorong-gorong tersebut bermuara ke Sungai Ciliwung.

BACA JUGA :   Detik-detik Penangkapan Penendang Sesajen Semeru Hingga Jadi Tersangka

“Korban belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan pagi. Mulai dari titik dia masuk (gorong-gorong), sampai ke Ciliwungnya,” tuturnya.

Lanjut Teo, di tengah musim hujan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengombau masyarakat lebih waspada ketika hujan turun. Juga mengimbau agar masyarakat melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi banjir.

“Kalau terkait longsor masyarakat bisa mengantisipasi dengan sementara di posisi longsor agar dievakuasi dulu. Jangan diisi dulu rumah-rumah rawan longsor,” sebelum kondisi aman. pintanya.

baca juga

Ribuan Warga Pati Demo, Minta Bupati Sudewo Mudur

Yeni

Beli Rumah di Harjamukti, Cimanggis, Depok, Sertifikat Tak Kunjung Keluar, “Saya Korban Notaris Nakal”

Yeni

22 Hari Menangis di Bawah Tenda : Mengapa Aceh Belum Menjadi Bencana Nasional

Yeni