SJNews.com, – Di iringi musik Hadiah atau Qasidahan, Partai Gelora Kota Depok tiba di halaman kantor KPU sekitar pukul 17.45 wib mereka disambut oleh ketua KPU kota Depok.
Saat menyerahkan berkas ke KPU Depok diawali dengan penerimaan Ketua KPU Nana Subarna, di saksikan oleh Bawaslu di kantor KPU kota Depok Jl, Margonda Raya, Minggu (14/05/2023).

Ketua DPD Partai Gelora Kota Depok. Subhan Raperda dalam keterangan persnya mengatakan, dirinya beserta jajaran kepengurusan mengumpulkan berkas pendaftaran bacaleg adalah wujud komitmen partai Gelora dalam pemilihan legislatif dalam upaya mewujudkan demokrasi.
Sebagai anak bangsa yang melaksanakan peran sejarah ikut pemilu, ” Partai Gelora kota Depok menyerahkan berkas data 50 caleg, kurang lebih 60 persen bakal calon legislatif Partai Gelora adalah kaum muda,” terangnya.
Lebih lanjut katanya,” Kami bertekad menjadikan Kota Depok lebih baik dengan melaksanakan kinerja yang baik serta kolaboralai dengan partai – partai lain, karena membangun bangsa mem butuhkan orang – orang terbaik..” jelasnya dia.
Subhan Rifki juga mengatakan soal permasalahan yang mendesak di Kota Depok saat ini yaitu, kemacetan, lapangan pekerjaan, kesehatan, sampah, hal-hal yang yang terjadi di kota ini perlu di benahi salahsatunya adalah masalah sampah.
” Maraknya sampah di kota Depok ini, jangan dipandang enteng, tapi kita harus serius menanganinya, oleh karena itu pada kesempatan ini kita ambil, lalu kita bawa ke sini lalu kita tempatkan pada tempatnya.” imbuhnya.
“Kami mengakui mungkin masih banyak orang meragukan Partai Gelora, tetapi kami yakin dengan semangat Indonesia Baru dan semangat Arah Baru yang kami memiliki peta Jalan Bagaimana menjadikan Indonesia sebagai super power baru.” tegas Subhan.
Menyinggung komposisi bacaleg yang didaftarkan Subhan menje laskan, kita Yakin bahkan target satu fraksi bukan hanya omongan.
Sedangkan komposisi usia di bacalegnya paling muda 27 tahun dan tertua 54 tahun, 40% tua dan 60 % kaum melanial.
Menurutnya, dalam membangun kita perlu kolaborasi dan bersinergi tentu kita tidak hanya dilakukan satu golongan tapi dengan berbagai golongan ada. “Mungkin teman-teman bisa dilihat-lihat apa namanya dari minoritas dan juga dari mayoritas karena kita ingin kolaborasi ini harus bisa berjalan baik dilakukan kalangan mayoritas dan juga minoritas.
“Dari berbagai suku dan daerah ini asalnya berbagai macam ada dari Sabang sampai Maraoke, muslim dan non muslim mari kita jadikan Indonesia super power,kami yakin dengan potensi yang dimiliki bakal calon anggota yang kita ajukan dapat terwujud.”
Kita bisa bersinergi dengan berbagai kalangan karena itu bagi rekan-rekan atau sahabat media kita mengajak bergabung dengan partai Gelora membuka seluas- luasnya kolaborasi dengan berba gai kalangan ingin menjadikan kota Depok lebih baik lagi dan tidak hanya untuk satu golongan saja, di Partai Gelora ada berbagai macam suku, budaya dan agama yang bergabung dengan kami.” tegasnya.
Kami mengajak masyarakat yang punya cita-cita dan idealisme melakukan perubahan mari kita bangun bersama karena politik bukan pencitraan,tapi politik adalah melakukan sesuatu sesuai dengan realitas yang ada perubahan itu dari pikiran lalu kemudian menjadi perbuatan.” imbuhnya.
Sedangkan salah satu bacaleg Dapil Panmas Bramastyo B Prastowo mengatakan, isu kampanye yang menjadi prioritas di di dapilnya maslah kemacetan, dan kedua banjir yang ketiga sampah.
“Selama ini para wakil rakyat yang sudah mereka pilih tidak bisa menyuarakan aspirasi itu tiga hal tersebut.” tuturnya.
Diakui didalam kota berkembang masalah sampah, tenaga kerja, kemacetan itu kan menjadi masalah klasik, namun menurut Bramastyo dalam mengatasi kemacetan tidak ada apa langkah serius,”Pemerintah kota Depok itu selalu menyalahkan pemerintah provinsi ataupun pusat contohnya Jalan Raya Sawangan.” jelasnya.
“Padahal banyak jalan-jalan kota yang dimiliki bisa bangun untuk mengurangi penyalah kemacetan ditambah tidak sebanding penam bahan kendaraan dengan pembua tan jalan baru.”terang Bram.
“Permasalahannya adalah ketidak mampuan Pemerintah Daerah dalam menambah pemasukkan, sehingga tidak bisa menambah dan membangun sarana prasarana jalan guna kurangi kemacetan, karena itu butuh sebuah kreativitas .” pungkas Bram.
