Suara Jabar News, Com (Jakarta) – Biaya parkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menuai sorotan tajam. Sebuah kebijakan baru yang diduga mulai berlaku 1 September 2025 menetapkan tarif hingga Rp 150.000 hanya untuk layanan antar-jemput di jalur premium. Aturan ini sontak membuat publik terkejut dan memicu keluhan massal. Lantas, apakah benar tarif selangit ini diberlakukan, dan bagaimana tanggapan pihak Bandara? Simak laporan eksklusif selengkapnya.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tempat di mana jutaan orang setiap harinya berlalu lalang. Namun, belakangan ini, bandara yang seharusnya menjadi kebanggaan kita justru membuat warga menjerit akibat sebuah kebijakan baru yang dinilai sangat membebani.
macet di area drop-off Terminal 3, warga yang tampak kebingungan.
Kami berada di kawasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, tempat di mana keluhan ini berpusat. Beberapa waktu terakhir, beredar kabar bahwa tarif parkir untuk layanan antar-jemput, bahkan yang hanya ‘drop-off’ sebentar, melonjak drastis hingga Rp 150.000. Sebuah pengumuman yang disebut-sebut mulai berlaku sejak 1 September 2025 ini secara spesifik menyebutkan tarif tersebut berlaku untuk jalur khusus atau premium di teras Terminal 1 dan 2, serta area bawah di Terminal 3.
Teks di layar ‘TARIF PARKIR BARU: PENJEMPUTAN/DROP-OFF RP 150.000’
” Saya dengar dari teman-teman, ada pengumuman seperti itu. Biaya parkir Rp 150.000, padahal cuma buat nganter, katanya Irvan, Sabtu (20/8/25)
Bayangkan, saya cuma sebentar, enggak sampai 5 menit, tiba-tiba harus bayar segitu. Ini kan namanya sudah semaunya saja, sangat membebani masyarakat kecil seperti kami. Tandasnya
Sementara pihak bandara hingga saat ini belum memberikan klarifikasi resmi terkait kabar ini. Namun, keluhan dari masyarakat terus berdatangan, membanjiri media sosial dan grup percakapan. Banyak yang menilai kebijakan ini tidak masuk akal, terutama bagi mereka yang hanya sekadar mengantar atau menjemput anggota keluarganya.
Atas keresahan ini, masyarakat meminta Gubernur Jakarta untuk turun tangan dan meninjau ulang biaya parkir di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berharap, ada. solusi yang lebih adil dan tidak memberatkan, mengingat bandara adalah fasilitas publik yang seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan. (Res)
