BEKASI, Suara Jabar News. Com — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendukung penuh peluncuran gerakan “Sampah Jadi Cuan” yang digagas Sekber Wartawan Indonesia (SWI) bersama PlasticPay.
Gerakan ini dideklarasikan dalam acara *”Ngopi Bareng” Ngobrol Pintar dan Inspiratif* di Grand Ballroom United Tractors, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta, Minggu (19/7/2026).
SAMPAH DARI BEBAN JADI PELUANG EKONOMI
Gerakan “Sampah Jadi Cuan” mengajak masyarakat mengubah sampah dari masalah menjadi sumber ekonomi melalui pemanfaatan dan prinsip ekonomi sirkular.
Diskusi dipandu Sekjen SWI Heri Budiman dan menghadirkan narasumber Plt. Deputi II KSP Prof. Popy Rufaidah, Direktur Pengurangan Sampah KLH/BPLH Agus Rusli, serta Staf Eknas WALHI.
Agus Rusli mengapresiasi langkah SWI yang memiliki jejaring nasional hingga ke daerah.“Saya bangga bekerja sama dengan SWI yang punya jejaring nasional dan PlasticPay. Mereka punya semangat anak muda mengelola sampah dan mengambil nilai manfaat dari sampah tersebut, sehingga bisa tersebar ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Agus saat di-doorstop usai acara.
Ia optimis target pemerintah bisa tercapai. “Dengan jejaring SWI, sampah akan terkelola 100% di tahun 2029 bersama Presiden Prabowo. SWI akan semakin maju mengembangkan ekonomi dan akan dirasakan anggotanya. Semoga tahun 2029 masyarakat Indonesia lebih bersih dan berwibawa,” lanjutnya.
KOLABORASI DAN REGULASI BARU
Mengenai peran PlasticPay, Agus menyebut kolaborasi dengan KLH sangat mungkin. “Yang kita inginkan sampah itu harus diambil kembali,” tegasnya.
Saat ini KLH/BPLH juga sedang menyiapkan regulasi baru. “Kita lagi rekuisisi dengan Peraturan Menteri tentang pengelolaan sampah. Kita juga sedang revisi Permen LHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen,” jelas Agus.
Dalam aturan baru itu, produsen dari sektor manufaktur, jasa makanan/minuman, dan ritel diwajibkan menyusun rencana pengurangan sampah dari produk, wadah, atau kemasan melalui pembatasan, pendaur-ulangan, dan pemanfaatan kembali.
“Sampah kemasan, produsen harus ambil kembali karena itu tanggung jawab mereka. Kita masyarakat sebagai pemanfaat juga harus bisa mengumpulkan dan menaruh di tempatnya agar sampah tidak berceceran,” tutupnya. (Benger)
