BOGOR, Suara Jabar News Com – Maraknya judi online (Judol) di Kabupaten Bogor menjadi perhatian serius Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO). Sebagai langkah preventif dan solutif, ORADO Kabupaten Bogor mengusung konsep Eco-Sport-Tourism melalui olahraga domino untuk menggeser paradigma perjudian ilegal menjadi aktivitas olahraga prestasi yang bernilai ekonomi.
Sekretaris ORADO Kabupaten Bogor, Sandi Hanafia, mengungkapkan keprihatinannya terhadap data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan pemain Judol tertinggi di Indonesia. Tercatat ada 103.092 pemain dengan nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar.
“Melalui olahraga domino, kami yakin mampu mengurangi judi online. Kami mengubah permainan yang sebelumnya mengandalkan nasib atau taruhan menjadi olahraga yang mengandalkan otak, strategi, disiplin, dan fokus pada pencapaian prestasi,” ujar Sandi seusai Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-1 ORADO Kabupaten Bogor di Aula DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (15/9/2026).
Domino Berbasis Kearifan Lokal dan UMKM
Sandi menekankan bahwa olahraga domino yang dikembangkan ORADO steril dari unsur perjudian dan justru mengembalikan fungsi sosial serta silaturahmi. Lebih jauh, ia melihat potensi besar dalam mengintegrasikan olahraga ini dengan pariwisata dan produk lokal.
“Kabupaten Bogor memiliki ciri khas lokal, bahkan diperbolehkan menggunakan meja domino berbahan bambu. Dengan kompetisi, kita bisa menggerakkan sektor ekonomi, sosial, sekaligus mencetak atlet berprestasi. (Bg)
