CIBINONG, Suara Jabar News – Inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (25/9/2026) membuahkan temuan yang mencengangkan. Di saat pejabat tinggi membela kondisi lapas, Ombudsman justru membongkar adanya fasilitas mewah bagi narapidana lengkap dengan mobil Luxury yang disembunyikan di area terisolasi.
Sidak ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Rappisus) RI, Aries Marsudiyanto, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.
Aries mengungkapkan, kedatangan mereka bertujuan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus meluruskan dugaan adanya aktivitas yang tidak sesuai aturan.
Menanggapi kontroversi keberadaan bangunan rumah di dalam lapas, Aries menyatakan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat tinggal karyawan. Ia juga menyangkal adanya perlakuan istimewa, menyebut kegiatan membersihkan area yang dilakukan warga binaan murni untuk tujuan pembinaan.
“Kami ingin menghindari munculnya prasangka. Namun di sini, jangan sampai ada kepentingan-kepentingan terselubung yang dimainkan oleh oknum,” tegas Aries.
Fakta Lapangan Bertolak Belakang
Namun, pernyataan pejabat tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang diungkap oleh Ombudsman. Anggota Ombudsman, Fikri Yasin, membocorkan temuan mencengangkan berupa fasilitas mewah yang justru diperuntukkan bagi para narapidana.
Tak main- main, kamar mewah ini disewakan dengan tarif Rp150.000 per kamar per minggu.
Temuan paling mencolok dan menjadi sorotan adalah keberadaan mobil mewah Toyota Alphard yang diparkir di area yang seharusnya terisolasi dari jangkauan warga binaan.
Fikri menceritakan drama di balik penemuan fasilitas ilegal tersebut. Menurutnya, petugas lapas berusaha menutupi area tersebut dari tim inspeksi.
“Daerah itu diisolasi. Kalau kami tidak memaksa masuk dan bahkan harus berdesak-desakan serta mendorong petugas, kami tidak akan pernah tahu ada fasilitas mewah di dalamnya,” ungkap Fikri Yasin dengan nada tegas.
Sorotan Publik
Temuan Ombudsman ini kini menjadi sorotan publik dan mempertanyakan integritas pengawasan di Lapas Pondok Rajeg. Adanya mobil Alphard dan kamar berbayar di dalam lembaga pemasyarakatan mengindikasikan adanya ‘raja kecil’ atau oknum yang bermain di balik tembok jeruji lapas.
Kasus ini dipastikan akan terus diinvestigasi lebih lanjut untuk mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab atas adanya fasilitas mewah. (Bg)
