SENI BUDAYA & SOSIAL

Festival Palang Pintu XVII di Kemang Digelar Meriah

JAKARTA, Suara Jabar News Com – Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hari ini (Sabtu, 3/10/2026) kembali berdenyut dalam irama budaya Betawi. Festival Palang Pintu XVII dan Gelar Budaya 2026 resmi digelar pada akhir pekan ini, menghadirkan pesona tradisi dan kebanggaan Jakarta yang diperkirakan akan berlangsung sangat meriah dan penuh warna.

Untuk mendukung kelancaran, kenyamanan, dan keamanan pelaksanaan festival, Jalan Kemang Raya akan ditutup total selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 3-4 Oktober 2026. Penutupan berlaku mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, mengkonfirmasi bahwa penutupan lalu lintas akan diterapkan di ruas Jalan Kemang Raya, tepatnya dari simpang Jalan Kemang Selatan XII hingga simpang Jalan Kemang Selatan VII.

“Jalan yang ditutup adalah Jalan Kemang Raya, tepatnya dari simpang Jalan Kemang Selatan XII hingga simpang Jalan Kemang Selatan VII,” ujar Bernad saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (1/10/2026).

BACA JUGA :   Paduan Suara Anak Depok Tampil Memukau di Paripurna HUT ke-27 Depok

Ia mengimbau masyarakat untuk memahami kebijakan ini demi kelancaran acara dan menyarankan untuk mengalihkan rute perjalanan jika memungkinkan.

Berdasarkan rilis kegiatan, Festival Palang Pintu XVII tahun ini mengusung tema pelestarian budaya Betawi sebagai identitas dan kebanggaan Jakarta.

Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai rangkaian acara yang kaya akan nilai tradisi, mulai dari ragam kuliner khas Betawi yang menggugah selera, pertunjukan tari-tarian tradisional yang memukau, aksi pencak silat yang penuh semangat, hingga alunan nyanyian dan musik Betawi yang kental dengan nuansa kearifan lokal.

Kehadiran festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan akhir pekan yang berkualitas, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Betawi. Khususnya tradisi “Palang Pintu” yang sarat akan makna silaturahmi, sopan santun, dan penghormatan, agar terus dikenal dan dicintai oleh generasi muda serta masyarakat luas. (**)

baca juga

Dana CSR Bukan “Apresiasi Untuk Kinerja Pejabat”

Yeni

“Run Wild” di Jantung Jakarta: Saat Alumni IKJ & Komunitas Peruja ‘Berlari Liar’ Menolak Batas Konvensi Seni di TIM

Yeni

Paduan Suara Anak Depok Tampil Memukau di Paripurna HUT ke-27 Depok

Yeni