Tanggapi Isu Miring SPMB, Chandra Rahmansyah Tantang Penyebar Informasi, Memutarbalikkan Fakta di Media.
Suara Jabar News, Com (Depok) – Soal nama nya di kait – kaitkan, Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah, angkat bicara menanggapi isu miring seputar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB)
Wakil Walikota Chandra Rahmansyah di dampingi Kasno tokoh masyarakat menampik soal adanya praktik jual beli kursi di sekolah negeri sebagaimana kasus yang ramai dibicarakan sebagai murni penipuan oleh oknum yang tidak terkait dengan panitia resmi.
Soal tudingan yang dialamatkan kepada dirinya, itu adalah hal biasa dalam dinamika politik katanya. Namun, ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Depok berkomitmen penuh menjaga integritas SPMB tahun ini.
“Sampai saat ini kita bisa pastikan, tidak ada jual beli kursi di sekolah dalam SPMB hingga hari ini di kota Depok,” beber Chandra memastikan hadapan para wartawan.
Menurutnya, kasus “tangkap tangan” yang terjadi justru menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas praktik percaloan. Penangkapan tersebut dikoordinasikan langsung dengannya dan Walikota, ini orangnya yang menangkap sambil menunjuk Kasno disampingnya
“Penangkapan OTT tersebut itulah bukti pemerintah mampu mencegah bahwa PPDB atau SPMB tahun ini bersih, clear and clean,” ujar Kasno menambahkan.
Chandra menyebut terduga pelaku itu kan bukan panitia SPMB. Bukan bagian dari panitia, bukan juga kepala sekolah, bukan operator.
Ia meluruskan bahwa kasus yang terjadi lebih kuat mengarah pada unsur penipuan. Seorang oknum guru dari Mekarjaya diduga menipu orang tua murid dengan menjanjikan kursi di salah satu SMP Negeri dengan imbalan uang sebesar Rp 7,5 juta. Jadi kasus ini masuk diranahnya dugaan penipuan, dia itu menipu si orang tua murid, yang tidak ada kaitannya dengan panitia SPMB, imbuhnya.
Chandra mengapresiasi komitmen Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok yang menjalankan arahan Walikota untuk tidak memberi ruang bagi praktik titip-menitip siswa.
Mengenai adanya pihak yang meminta dirinya mundur dari jabatan, Chandra Rahmansyah menantangnya secara terbuka. Ia meminta pihak-pihak yang menyuarakan hal tersebut untuk menemuinya secara langsung, alih-alih menyebar informasi yang memutarbalikkan fakta di media.
“Siapapun orangnya yang berteriak-teriak bahwa mundur wakil wali kota, suruh menghadap beliau (merujuk pada dirinya sendiri). Saya terbuka 24 jam, tantangnya. Ayo kita Ngobrol saja. Bukan dengan cara muter balikan fakta, membuat seolah-olah membodohi masyarakat dengan informasi yang tidak benar, serunya agak kesal.
Ia menjelaskan bahwa jabatan adalah amanah dan dirinya tidak gila jabatan. Sebab, jabatan itu adalah titipan dari Allah. Jangan dipikir, saya ini orang gila jabatan,” tegasnya.
Masih kata Chandra, upaya mewujudkan SPMB dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, pemerataan akses pendidikan adalah salah satu wujud kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945. Artinya, pihak yang tidak mendukung ini, saya duga juga pihak yang anti-Pancasila berarti,” cetusnya. “Mari sama-sama kita buktikan bahwa kita setia kepada Pancasila dengan menciptakan akses yang seadil-adilnya kepada seluruh anak-anak kita di kota Depok, khususnya lewat momentum SPMB ini.
Ia juga mengingatkan kembali program Walikota untuk menyiapkan rintisan sekolah gratis agar tidak ada lagi anak Depok yang putus sekolah karena kendala biaya. (By)
