Bandung, SJNews.com,- Calon Gubernur Jabar Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan resmi mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024, dikutip, Selasa (27/8/2024).
Pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan merupakan pasangan pertama yang mendaftar dan hadir sekitar pukul 15.30 WIB.
Dedi-Erwan datang ke KPU Jabar dengan menaiki kuda yang dihias dengan semarak, dan keduanya mengenakan pakaian serba putih dan diiringi partai pengusung relawan dan simpatisan yang sebelumnya berkumpul di Lapangan Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Dedi yang mendaftar pada Pilgub Jabar dengan modal 13 partai pengusung, mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa memastikan dirinya mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

“Hari ini kami berucap terima kasih sudah diterima di sini (KPU Jabar) kemudian sudah menyampaikan pendaftaran calon Gubernur Jabar,” sebut Dedi Mulyadi.
Dia mengucapkan rasa terima kasih sekaligus permohonan maafnya atas kegiatan pendaftaran yang dilakukannya menyebabkan kemacetan di sekitaran Jalan Laswi, LL RE Martadinata, Ahmad Yani, Jalan Garut dan sekitarnya.
Efeknya, kata Dedi, para sopir angkot dan bus kota, kemudian para karyawan yang pulang dari tempat kerjanya, harus terjebak kemacetan.
“Mungkin para pedagang penghasilannya hari ini juga menurun gara-gara pendaftaran kami untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-sebesarnya. Semoga ke depan pengorbanan yang diberikan dalam waktu dua jam ini memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat ke depan,” ucapnya.
Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keinginannya membebaskan masyarakat Jabar dari gizi buruk serta mengoptimalkan anggaran yang ada supaya tepat guna.
“Saya ingin memerdekakan anak-anak dari gizi buruk, jadi otomatis ketersediaan pangan menjadi sebuah keharusan,” kata Dedi usai melakukan pendaftaran di KPU Jabar, Bandung.
Ia menyampaikan tekad membebaskan masyarakat dari gizi buruk. Di antara caranya ialah menyiapkan ketersediaan pangan yang bergizi bagi anak dan keluarga.
Menurut dia, sudah menjadi keharusan kalau pemerintah melakukan intervensi dan mengedukasi masyarakat terkait dengan kebutuhan pangan bergizi. Salah satu caranya dengan mensubsidi kebutuhan pangan masyarakat.
“Ini bukan sekadar memberikan makanan, karena hal yang paling utama adalah membuat ruang agar anak mengerti makanan bergizi. Sebab selama ini mereka seringkali jajan sembarangan, mengeluarkan uang dalam setiap waktu tanpa ada ukuran kebutuhan gizinya,” imbuhnya.
Tak hanya soal gizi buruk, Dedi juga mengaku akan mengoptimalkan anggaran supaya tepat guna.
Efisiensi anggaran yang dilakukan kelak tidak hanya akan mengakselerasi pembangunan di desa, tapi juga penataan hingga ke perkotaan.
“Desa kita urus, kota kita tata. Kita bangun transportasi yang terintegrasi. Kemudian bisa juga membangun apartemen untuk buruh. Caranya APBD digunakan untuk kepentingan rakyat, jangan diboros-borosin,” katanya.
Pada Pilkada Jabar 2024, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan PSI dan juga mendapatkan dukungan dari sembilan parpol nonparlemen. (**)
