PERISTIWA

Satpam Margasatwa Pintu Barat Rangunan Arogan

JAKARTA, SJNews,com,- Bermaksud ingin menikmati liburan di hari Lebaran ke Taman Margasatwa, harus berhati – hati selain binatang buas juga penjagaan yang ekstra lebih buas.

Meski masuk ke taman margasatwa ragunan jakarta selatan harus daftar melalui online baru bisa masuk, malah mendapat perlakuan tak menyenangkan dari seorang satpam berseragam keneja putih celana biru, memakai topi.

Satpam berinisial “R” ini sedikit arogan, dan kurang sopan melayani pengunjung yang hendak berrekreasi ke taman margasatwa ragunan.

Seperti yang di alami wartawan Suara Jabar News yang hendak menanyakan ke pengunjung tentang hari liburnya memilih ke ragunan, malah di usir oleh Satpam yang tutur katanya tidak elok di dengar oleh kuping orang normal.

Satpam inisial “R” di taman margasatwa ragunan ini terkesan kurang mendapat pendidikan etika sopan santun sebagai pelayan masyarakat yang hendak berkunjung.

” Itu siapa sembarangan masuk di sini, kalau media sudah ada daftarnya yang di atur manager kami, lantangnya.

BACA JUGA :   Merasa Dirugikan, Ratusan Pedagang Demo di Depan UPK PPUMKMP Pulogadung

Satpam bertubuh gempal itu juga sempat mempertanyakan media dan kartu pers wartawan yang dianggapnya wartawan bodreks atau cak nulis – nulis, padahal pada saat itu posisi masih di tempat terbuka dan di keramaian.

“Bapak dari media apa, mana kartu wartawanya, sambil mengambil foto, catat nama saya, kalau bapak wartawan silahkan tayangin” tantang satpam sombong

Kejadian tersebut nyaris terjadi bentrokan, karena umpatan yang di lontarkan dari mulut satpam kurang sedap di dengar, lalu wartawan pergi tak melayani pertengkaran mulut tersebut.

Kejadian bermula, awak media Suara Jabar News mau bertanya sambil mengambil gambar si pengunjung diperiksa satpam saat masuk pintu barat ragunan, Selasa (03/05/22) pada pukul 10.30 wib.

Semoga manager Taman Margastwa Ragunan tidak memelihara Satpam yang tidak bisa melayani pengunjung. (redaksi) Rp

baca juga

PLN Tegaskan Pemadaman Bergilir di Jawa Bukan Sinyal “Nyaris Bangkrut”, Tapi Gangguan Sistem

Yeni

Pemilik “LETER C” Protes, Ada Plang SHM di Tanah Kami, Kelurahan Cilangkap Bungkam 3 Surat

Yeni

Kebakaran Pasar Leuwiliang Bogor Yang Sudah Padam

Yeni