JAKARTA, SJNews.com,- Katanya Negarwan, tapi tak punya etika bernegara. Bagaimana mau menjadi contoh pemimpin bangsa.
Untuk itu, Relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung reshuffle menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. Relawan menilai reshuffle harus dilakukan terhadap menteri yang ‘offside’.
“Ada beberapa menteri yang dimulai kinerjanya buruk, kemudian kemungkinan untuk reshuffle sangat tinggi karena kita lihat Pak Presiden dengan kepemimpinan terakhirnya, mau legacy-nya bagus di mata rakyat dan kita lihat beberapa menteri kinerjanya sangat buruk sekali,” ujar Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer dikutip, Selasa (31/1/2023).
“Pertama (semestinya dievaluasi) yang pasti Menkominfo, kedua ada juga menteri yang sibuk teriak-teriak tiga periode dan penundaan pemilu,” tutur Noel.
Dia menduga pemanggilan ketum parpol ke Istana juga berkaitan dengan reshuffle. Dia juga menilai kehadiran Ketum NasDem Surya Paloh ke Istana baru-baru ini untuk membicarakan kinerja menterinya.
“Peristiwa itu saya yakin ada keterkaitan dengan kejadian kemarin, berapa sampai ditangkap itu kan tingkat direktur ya kalau nggak salah. Menkominfo itu, saya pikir arahnya ke sana,” tutur Noel.
Kemungkinan bisa terjadi (reshuffle), paling kita lihat berdasarkan partai-partai yang tidak menginginkan NasDem di kabinet, minta kabinetnya NasDem out dari pemerintah Jokowi,” imbuhnya.
Noel menyebut, hal itu terkait perbedaan pilihan politik NasDem dan Jokowi terkait capres. Meski demikian, lanjut Noel, dirinya yakin Jokowi mengganti menteri berdasarkan kinerja.
“Posisi tidak baik juga, tidak mendidik secara politik. Tapi banyak orang punya kepentingan terhadap posisi kementerian. Tapi kalau Jokowi pertimbangannya bukan soal itu, tapi lebih ke kinerja,” tandas Noel. (Coky)
