JAKARTA, SJNews.com, -Gubernur Bali Wayan Koster dinilai melebihi atasan Presiden dan Menteri
Penolakan Gubernur Bali I Wayan Koster terhadap Timnas Israel patut dipertanyakan. Pasalnya, turis yang berlibur ke Bali ada juga yang berasal dari Israel.
Perbedaan respon ini dipertanyakan analis komunikasi politik, Hendri Satrio dalam menyikapi penolakan Timnas Israel berlaga dalam Piala Dunia U-20.
“Ada apa dengan Gubernur Bali? Turis-turis Israel gue yakin juga banyak (berlibur),” kata Hensat dalam diskusi daring bertema “Mau Dibawa Kemana Sepakbola Kita?”, Sabtu (1/4/2023).
Kebingungan Hensat makin memuncak saat I Wayan Koster kecewa terhadap keputusan FIFA yang mencabut status Indonesia dari tuan rumah Piala Dunia U-20.
Padahal, Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya menolak Timnas Israel U-20.
“Pak Ganjar, Pak Koster tiba-tiba ngomong kecewa dibatalkan ini, jadi maunya apa? Mau menunjukkan kedigdayaan kelompok atau mau maju menolaknya, kemudian besoknya sedih kan lucu,” sebut Hensat.
Gubernur Wali, I Wayan Koster sebelumnya tidak menyangka Indonesia resmi dicoret FIFA.
“Sebagai pecinta bola, saya juga sedih sebagai Gubernur Bali sesungguhnya sangat mengharapkan Kejuaraan Dunia FIFA U-20 m dilaksanakan di Bali,”.
Rasanya belum hilang rasa penyesalan tersebut, kembali Gubernur Bali I Wayan Koster mengembangkan ucapan menolak kehadiran tim Israel yang akan bertanding di ajang ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 yang digelar 5-12 Agustus 2023.
Penolakan tim Israel oleh Gubernur Bali I Wayan Koster untuk tampil dalam Kejuaraan 2nd ANOC World Beach Games (WBG) 2023 di Bali. Menyikapi hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo akan berkomunikasi dan berkoordinasi lebih intensif dengan stakeholder terkait.
“Ya saya juga baru melihat di media, untuk World Beach Games ini akan kita komunikasikan lebih intens dan dilanjutkan. Pastinya saya secara resmi akan berbicara dengan Bu Menlu untuk menyikapi hal ini,” ujar Menpora Dito dikutip dari laman resmi Kemenpora, Kamis (6/4/2023)
Penolakan tim Israel bertanding di Bali tersebut juga mendapat kritikan dari nitizen dan kalangan sepakbola yang menyesalkan stateman Gubernur Bali I Wayan Koster tersebut terkesan melemahkan kedudukan atau status pemimpin negara beserta menteri menterinya, sebab urusan FIFA itu adalah urusan antar negara, bukan antar Provinsi.
Jika urusan negara sepatutnya kepala Negara atau Presiden yang mengucapkan hal tersebut, ataupun para menteri menterinya, kenapa harus kepala daerah.
Ironisnya, Gubernur Bali I Wayan Koster sudah over kapasitas, karena jika ada yang ingin disampaikan ke publik soal isu nasional atau internasional, seharusnya melaporkan dahulu ke Presiden atau kementerian yang bersangkutan, jangan mendahului urusan pekerjaan kepala negara, sebab kepala negara itu urusannya adalah antar negara, mengapa kepala daerah itu yang nota bene menjalankan tugas di daerahnya justru melebihi pemerintah pusat, Indonesia bukan negara Federal singgungnya. (Sumber)
