SJNews.com,- Gerakan Tanam Bakau Vokasi UI 2023 Menebar Harapan dengan Penanaman Mangrove demi Kelestarian Pantai.di Penghujung Bekasi. Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, merupakan salah satu wilayah pesisir yang menghadapi ancaman serius berupa abrasi. Abrasi adalah proses perlahan atau cepatnya pengikisan permukaan benda padat seperti batuan,
tanah, atau permukaan lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Abrasi umumnya disebabkan oleh proses alami, namun tak jarang masalah ini juga disebab akibat perbuatan manusia tidak bertanggung jawab.

Sejarah masalah abrasi di Pantai Muara Bungin dimulai sekitar akhir tahun 90-an. Menurut pernyataan salah satu warga, hal ini mulai memarah sejak sekelompok
orang tidak bertanggung jawab melakukan pengambilan pasir pantai secara ilegal di pesisir pantai desa mereka. Akibatnya, terjadi abrasi pada pesisir Muara Bungin dengan tingkat kikisan yang meningkat seiring waktu. Hingga kini, abrasi telah mengikis sekitar 1,5 kilometer daratan pesisir pantai Muara Bungin.

Dalam wawancara dengan warga setempat, salah satu warga juga mengungkapkan kekecewaannya, “Kejadian itu memang sudah lama, sekitar 30 tahun yang lalu, tapi dampaknya masih terasa hingga sekarang. Mereka, (oknum tidak bertanggung jawab) mengambil banyak sekali dari kita.”, ujarnya.
Sebagai tanggapan terhadap isu ini,
Departemen Sosial Masyarakat dan
Lingkungan Hidup BEM Vokasi UI
mengambil langkah nyata dengan
menggelar Gerakan Tanam Bakau,
disingkat GERTAKAU.
Tujuan dari gerakan ini adalah mencegah potensi abrasi lebih lanjut yang dapat merusak wilayah pesisir Muara Bungin. Penanaman bakau yang dilakukan adalah sebuah langkah konkret partisipasi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Bakau dipilih karena memiliki akar yang kuat yang dapat meredam erosi pantai dan melindungi pesisir darigelombang dan badai.

Selain itu, ekosistem bakau juga mendukung kehidupan laut yang seimbang, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida lebih banyak daripada hutan daratan.
Penanaman bakau ini dilakukan secara serentak pada Minggu, 8 Oktober 2023. Relawan dibagi menjadi beberapa anggota kelompok dan diberikan 5-10 bibit bakau untuk ditanam di titik-titik yang telah ditentukan. Total 2500 bibit bakau ditanam dalam
Kegiatan ini, yang diharapkan akan membantu memperkuat ekosistem pesisir pantai Muara Bungin di masa depan. Pemerintah setempat mengharapkan tindakan nyata yang dilakukan oleh GERTAKAU BEM Vokasi UI dapat memberikan manfaat dan perubahan bagi masyarakat desa Pantai Bakti di masa depan. Penanaman mangrove ini bukan hanya tentang
melindungi lingkungan, tetapi juga tentang menanam harapan akan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir yang yang telah ditinggali mereka sejak kecil tersebut.
Ketua pelaksana GERTAKAU ‘Yafi Shafwan’ menyatakan, bahwa panitia Gerakan Tanam Bakau tahun ini juga mengangkat isu transisi energi.
Koordinator Kemahasiswaan Program Vokasi UI, Deki Surahmat, sebagai pembina dan pengawas program ini juga menyampaikan terima kasihnya kepada Green Welfare Indonesia, sebagai organisasi non-pemerintah peduli lingkungan yang telah membantu terwujudnya GERTAKAU Vokasi UI 2023.
Dia yakin, sinergi yang terjalin antara BEM Vokasi UI 2023 dan Green Welfare Indonesia dalam pelaksanaan GERTAKAU Vokasi UI 2023 ini dapat membantu gerakan tersebut dalam mencapai visinya untuk mewujudkan pembangunan di Desa Pantai Bakti. (Bg)
(Bg)
