Suara Jabar News Com (Depok) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Arya Bima Sugiarto kunjungi SMP/K Tunas Bangsa Depok Center School (Deces), Jln, H.Abdul Gani Cilodong, Senin (17/3/2025).
Kedatangan Wamendagri disambut oleh ketua DPD PAN Kota Depok bersama ratusan kader dan relawan sambil membagikan takjil kepada masyarakat di pinggir jalan depan halaman sekolah Tunas Bangsa Cilodong.

Saat di wawancarai wartawan, Wamendagri Bima Arya menyampaikan
bahwa kunjungannya ke sekolah Tunas Bangsa merupakan silahturahmi sekaligus menyampaikan program – program pemerintah pusat yakni, soal makan bergizi, pemeriksaan kesehatan secara gratis, kemudian pendidikan, katanya.
Ia menyebut, ada 9 orang kader PAN di kabinet merah putih, dan kami bergerak solid kepada pemerintah pusat dengan membangun komunikasi dengan rakyat.
” Saya mengapresiasi ketua DPP PAN pak Igun Sumarno yang juga anggota DPRD Kota Depok telah bergerak memberikan dukungan terhadap program – program ini, dan bersinergi antara eksekutif dengan legislatif”, ucapnya.
Bima Arya juga menyampaikan pesan Mendagri agar seluruh kepala daerah memastikan agar kelancaran jalur mudik menjelang lebaran. Pasar tumpah, perbaikan jalan, dan hambatan lainnya harus diantisipasi sedini mungkin, agar tidak memicu kemacetan parah di jalur – jalur utama.
“Kepala daerah diinstruksikan untuk mengamankan jalur mudik. Jangan sampai ada kemacetan oleh karena pasar tumpah dan sebagainya,” imbuh Wamendagri Bima Arya.
Selain itu, Kemendagri juga meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok. Pasokan dan distribusi harus dipastikan aman agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang memberatkan masyarakat. Jangan sampai harga naik, jangan sampai langka. Distribusinya, produksinya, semua harus dikontrol, tegasnya.
Bima Arya juga menegaskan bahwa penggunaan mobil dinas untuk mudik tetap dilarang. Aturan tersebut sudah berlaku sejak lama dan harus dipatuhi oleh seluruh pejabat pemerintahan.Aturannya jelas, dari dulu juga tidak boleh pakai fasilitas dinas ketika mudik, jelasnya (Benger)
