Suara Jabar News, Com (Depok) – Seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok memasuki fase akhir. Ada tiga nama yang di gadang – gadangkan calon Sekda, yaitu, Abdul Rahman Kadis DLHK Dadang Wihana Kepala Bappeda dan Mangnguluang Mansur Kadis Pelayanan Satu Atap..
Di tengah hiruk pikuk calon sekdakot Depok, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok, Siswanto mengingatkan bahwa jabatan Sekda bukanlah posisi sekedar jabatan, kerjanya hanya di balik meja, melainkan peranannya sangat strategis dalam menjalan regulasi, tentu membutuhkan energi dan wawasan, kemampuan yang tinggi terutama terhadap irama kerja pimpinan
Walikota dan Pak Wakil Walikota Depok memiliki karakter pemimpin gaya kerja cepat dan tanpa kompromi. ” Siapa pun yang ditunjuk menjadi Sekda harus siap fisik dan mental, bukan hanya simbol jabatan,” terang Siswanto, Senin (28/7/2025).
Tak hanya itu, Fraksi PKB juga menuntut agar Sekda yang akan terpilih tidak hanya menunjukkan loyalitas struktural, melainkan juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat, jangan suka bengong dengan urusan lain.
Terutama loyalitas itu penting, tapi itupun tidak cukup, sebab posisi Sekda harus peka terhadap situasi dan kondisi kota Depok, dan mampu menangkap sinyal publik. “Jangan jadi Sekda yang lamban dan hanya menjadi tukang stempel kebijakan,” cetus Siswanto.
Lanjut Siswanto, birokrasi di Depok saat ini dinilai kaku dan lambat dalam mengeksekusi kebijakan. Oleh karena itu, figur Sekda yang dibutuhkan bukan hanya orang dalam ( ordal ) saja yang tahu aturan, tetapi dia juga harus bermental progresif, siap jadi motor perubahan.
Ingat, jabatan Sekda itu bukan boneka birokrasi. Kami ingin sosok yang mampu menjembatani warga masyarakat dengan pemerintah. Jangan sampai ada warganya yang mengeluh oleh karena lambannya pelayanan,” tandasnya.
Lebih lanjut Siswanto menyindir pejabat sebelumnya yang dinilai minim inisiatif dan kurang berani mengambil langkah terobosan. Depok butuh perubahan. Jangan ulangi kesalahan lama. Sekda harus berani menegur oknum birokrasi yang malas, menghambat pembangunan.” imbuh dia.
Untuk itu, sebagai catatan keputusan final siapa yang akan menduduki kursi Sekda masih menunggu penetapan resmi dari Walikota Depok. (**)
