Suara Jabar News, Com (Cibinong) – Di tengah pesatnya pembangunan dan menjamurnya toko-toko serta pasar modern, kisah tentang kegigihan masih bisa kita temukan di sudut-sudut jalanan. Salah satunya adalah Udin (53), seorang pedagang sayur, pisang, dan singkong yang telah 15 tahun setia berjualan di Jalan Gang Kancil, RT 03/07 Kelurahan Tengah Cibinong.
Meski lapaknya sederhana, jauh dari kata mewah, Pak Udin tak pernah menyerah. Setiap hari, ia melayani pembeli dengan senyum dan ramah.
“Alhamdulillah, selalu saja ada pembelinya,” ucapnya penuh syukur. Baginya, rezeki tidak datang dari kemewahan, tetapi dari ketekunan dan kepercayaan.
Namun, perjuangannya tidaklah mudah. Ketika hujan turun, dagangannya sering kali basah kuyup karena atap lapaknya yang kurang memadai. Keinginan untuk memperbaiki atap dengan terpal baru terus ada di benaknya.
“Kalau ada modal, saya ingin menambah terpal untuk atapnya, tapi belum ada uang,” ujarnya lirih.
Kisah Pak Udin adalah cerminan dari semangat pantang menyerah. Di balik kesederhanaan, ada harapan besar dan kerja keras yang tak pernah luntur.
Dia membuktikan bahwa untuk bertahan, yang dibutuhkan bukanlah modal besar, melainkan tekad yang kuat. (By)
