OLAHRAGA

Turnamen Catur Piala PWOIN Depok, Diselingi Santuni Anak Yatim

Suara Jabar News, Com (Depok) – Turnamen catur tak melulu soal adu strategi dan meraih gelar. Di kota Depok, kompetisi papan hitam-putih bertajuk Turnamen Catur Piala PWOIN Kota Depok Peduli menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus menanamkan kepedulian sosial.

Acara yang mempertemukan pecatur perorangan non-master antar media ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, menjadikan ajang ini sarat makna.

Digelar di Gedung Serba Guna, Jln. Bangau Raya, pada Minggu (26/10/25), turnamen ini menarik perhatian bukan hanya dari kalangan wartawan, tetapi juga peserta junior yang penuh semangat.

“Kita juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu,” ujar Ketua PWOIN Kota Depok, Benny Gerungan, di sela acara. Ia menambahkan bahwa turnamen ini diselenggarakan untuk memberikan suasana yang nyaman dan meriah bagi para peserta, lengkap dengan berbagai hadiah hiburan.

Yang menarik, semangat bertanding tak hanya didominasi kaum adam. Sembilan pecatur perempuan dari berbagai jenjang sekolah—SD, SMP, dan SMA—turut unjuk gigi, membuktikan bahwa catur adalah olahraga universal.

BACA JUGA :   Hasil Piala Dunia U-17 2023 - Maroko Menang Lawan Panama Tanpa Balas, Skor 2 - 0

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para orang tua peserta junior. “Kami sangat senang dengan turnamen catur ini,” kata salah satu orang tua peserta kategori Junior. “Sebab, kegiatan ini bisa mengembangkan sekaligus wadah untuk menyalurkan potensi anak-anak kami agar bisa berprestasi.”

Para orang tua berharap agar kegiatan turnamen catur Piala PWOIN dan Peduli ini dapat dilaksanakan secara rutin, mengingat pentingnya wadah positif bagi pengembangan bakat anak di Depok, pungkasnya. (Ben)

baca juga

FIFA World Cup Qatar 2022, Perancis Kandaskan Australia Skor 4 – 1

Yeni

Pion 8 Boyong Piala Bergilir Camat Tapos Cup, Rafif Reli Brainadi Jadi Pecatur Termuda Berprestasi

Yeni

Kalah Lawan Indonesia, Pemain Thailand Buang Medali Perak, Dilarang Tampil Seumur Hidup di SEA Games

Yeni