PERISTIWA

Terbongkar Gunakan Identitas Palsu Sebagai Flight Attendant, Pramugari Gadungan Ditangkap

Suara Jabar News, Com, (Jakarta) — Bermaksud ingin naik pesawat, Nisya menyamar sebagai pramugari sebuah maskapai penerbangan nasional berakhir sia-sia. Perempuan paru baya ini mengaku berasal dari Palembang, Sumatera Selatan itu viral di media sosial setelah tertangkap basah menggunakan identitas palsu sebagai Flight Attendant (FA).

Kasus ini mencuat setelah diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @ndymanoballl dikutip pada Rabu (7/1/2026). Dalam unggahan tersebut, Nisya terlihat mengenakan seragam pramugari lengkap dengan koper dan kartu identitas (ID Card) layaknya awak kabin resmi.

Gila, energinya besar banget nyamar jadi pramugari. Orang ini ngaku sebagai cabin crew. Mbak, please jangan halu, kalau mau jadi pramugari ikut rekrutmen, belajar,” tulis pemilik akun tersebut.Untuk meyakinkan penampilannya Nisya bahkan membeli tiket penerbangan agar bisa ikut naik pesawat dan berbaur dengan awak kabin.

Penjualan tiket diduga meloloskannya karena mengira Nisya adalah bagian dari kru tambahan. “Ini orang bisa onboard karena beli tiket, dikira mungkin extra cabin crew,” ungkap akun tersebut.

BACA JUGA :   Warga Keluhkan Jalan Irian Jaya Baru Dikerjakan Sudah Rusak Lagi

Kecurigaan muncul ketika salah satu awak kabin asli menanyakan data dan penugasan Nisya saat berada di dalam pesawat. Nisya tidak mampu menjawab dengan jelas. Penyamaran itu akhirnya terbongkar setelah ia diminta menunjukkan kartu identitas sebagai pramugari.

Belakangan diketahui, ID Card yang digunakan Nisya tidak sesuai standar dan diduga menggunakan desain lama yang sudah tidak dipakai selama bertahun-tahun.

“ID-nya beda sendiri, model lama,” tulis akun tersebut.Setelah pesawat dengan rute Palembang–Singapura mendarat, petugas Aviation Security (Avsec) telah menunggu di bandara untuk mengamankan Nisya dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak maskapai maupun otoritas bandara terkait sanksi dan proses hukum yang akan dijalani pelaku. Namun, kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.(Rst)

baca juga

Menanti Uang Konsinyasi Ganti Rugi Tol Jatikarya 6 Tahun Belum Diserahkan Ke Warga Mulai Mengeluh

Yeni

Polisi Jadi Wartawan, Dewan Pers Minta Penjelasan

Yeni

Banjir Dayeuhkolot Rendam 2.000 KK

Yeni